Kamis, 04 September 2014

Smartphone Memukau Harga Terjangkau, Andromax Z Wow!

Smartphone Memukau Harga Terjangkau, Andromax Z WOW! Keren Banget Braw!

By : Rozy

Pada postingan ini saya akan membahas tentang perbandingan antara Smartfren Andromax Z dengan Lenovo P780. Namun sebelum bahas perbandingan dari keduanya sedikit saya bahas mengenai smartfren dan profil perusahaanya. Berikut ulasannya.


Smartfren (PT Smartfren Telecom Tbk, pernah dikenali sebagai Mobile-8 (PT Mobile-8 Telecom Tbk)) adalah operator penyedia jasa telekomunikasi berbasis teknologi CDMAyang memiliki lisensi selular dan mobilitas terbatas (Fixed Wireless Access/FWA), serta memiliki cakupan jaringan CDMA. Smartfren menggunakan teknologi EV-DO (jaringan mobile broadband yang setara dengan 3G) pertama di Indonesia. Presiden Direktur smartfren sejak 23 Maret 2011 adalah Rodolfo Pantoja. Dan sedikit sejarah dari perusahaan tersebut adalah sebagai berikut.

Sejarah
PT Smartfren Telecom Tbk (smartfren) awalnya bernama PT Mobile-8 Telecom Tbk (Mobile-8) sebelum bulan April 2011. Perusahaan ini awalnya dimiliki oleh PT Global Mediacom Tbk. Namun akibat krisis finansial dan penurunan penjualan produk, maka Perusahaan ini diakuisisi oleh Sinar Mas Group pada bulan November 2011. Sedangkan untuk profil perusahaannya kurang lebih sebagai berikut.

Profil Perusahaan
Smartfren juga merupakan operator telekomunikasi yang menyediakan layanan CDMA EV-DO Rev. B Phase 2 (setara dengan 3,5G dengan kecepatan unduh s.d. 14,7 Mbps) dan operator CDMA pertama yang menyediakan layanan Blackberry.
Jasa dan layanan smartfren memiliki nilai-nilai (values) yaitu sebagai mitra yang terbaik bagi pelanggan dengan menawarkan solusi yang cerdas dalam layanan-layanan telekomunikasi untuk meningkatkan pengalaman hidup pelanggan dalam berkomunikasi.
Sebagai operator CDMA yang menyediakan jaringan internet kecepatan tinggi bergerak (mobile broadband) yang terluas di Indonesia, Smartfren berkomitmen untuk menjadi penyedia layanan telekomunikasi yang terjangkau bagi masyarakat dengan kualitas terbaik.[Smartfren]

Naaaaah…. Itulah sedikit ulasan dari Smartfren. Berikutnya akan saya bahas mengenai produk yang dihasilkan dari semartfren. Sebenarnya produk dari smartfren ada banyak, tidak Cuma smartphone saja. Namun, saya akan bahas produk yang berupa smartphone Andromax Z yang merupakan produk smatphone paling unggul diantara produk smartphone lainya.
Berikut pembahasan mengenai perbandingan Andromax Z dan Lenovo P780 yang di analisis dari video comparison dari link Smartfren Andromax Z vs Lenovo P780

dan berikut adalah SSnya.


Naaaaah,.. secara umum perbandingan dua smartphone tersebut adalah sebagai berikut.

Gambar 1. Perbandingan1
Sumber : situshp.com


Secara umum bisa dilihat pada gambar perbandingan1 bahwa kedua ponsel sama-sama mengusung dual SIM, bedanya pada Lenovo P780 keduanya adalah GSM, sedangkan Andromax Z sim 1 adalah CDMA. Keduanya juga sama-sama mendukung jaringan 3G.

Gambar 2. Perbandingan2
Sumber : situshp.com

Berikutnya adalah bahsan tentang fisik kedua ponsel. Jika dibandingkan layar Andromax Z lebih lebar dengan 5.5 inc sedangkan Lenovo P780 hanya 5.0 inc. Jenis layar keduanya sama-sama IPS LCD.
berikut previewnya.

Gambar 2.1 Perbandingan layar


Gambar 3. Perbandingan3
Sumber : situshp.com

Nah pada perbandingan ini Andromax kelihatan lebih oke dengan adanya Dolby Digital Plus yang membuat suara speaker lebih bagus dan lebih keren pastinya. Selain itu dari segi memory penyimpanan Andromax Z juga lebih lega dengan kapasitas penyimpanan internal sebesar 8GB.


Gambar 4. Perbandingan4
Sumber : situshp.com

Sedangkan pada perbandingan di atas, keduanya hamper sama, hanya saja Lenovo bisa menggunakan kedua slot SIMnya untuk paket data yang mendukung jaringan HSDPA, sedangkan Andromax Z hanya mengandalkan RUIM sebagai paket data. Namun dengan jaringan EVDO Rev A, Andromax Z tidak kalah cepat dengan kecepatan datanya yang mencapai 3.1 Mbps


Gambar 5. Perbandingan5
Sumber : situshp.com

Yang terahir adalah yang paling mencolok adalah perbandingan CPU, Andromax Z lebih unggul dengan processor Quad core 1.5 GHz. Namun untuk bateray, Lenovo lebih unggul dengan kapasitas 4000 mAh, sedangkan Andromax Z hanya 2500 mAh, namun kapasitas bateray yang besar membuat Lenoco P780 teasa berat ketimbang Andromax Z. Selain itu Andromax Z unggul kembali dengan fitur kamera depan yang sudah 2MP sedangkan Lenovo P780 hanya 1.2MP.

Gambar 5.1. Perbandingan bateray

Yang terahir adalah perbandingan berdasarkan pada score benchmark. berikut previewnya.


Gambar 5.1. Perbandingan score benchmark

Kesimpulannya secara keseluruhan Andromax Z memang lebih UNGGUL dibanding Lenovo P780, secara harga juga Andromax Z lebih ekonomis disbanding Lenovo P780. Jadi, Smartphone dengan fitur memukau, harga terjangkau, Smartfren Andromax Z WOW! Keren banget Braw!

Demikian postingan saya mengenai video comparison. Terima kasih sudah berkunjung dan bersedia membaca postingan saya.

Minggu, 29 Juni 2014

Penyelesaian dan Undang-Undang ITE yang Berkaitan dengan Kasus Kodiak




Penyelesaian dan Undang-Undang ITE yang Berkaitan dengan Kasus Kodiak



Pada pembahasan sebelumnya, penulis membahas tentang beberapa kasus pelanggaran etika dunia maya, diantara nya adalah kasus Kodiak. Kasus ini terjadi pada tahun 1994, Kodiak mengakses rekening dari beberapa pelanggan perusahaan besar pada bank utama dan mentransfer dana ke rekening yang telah disiapkan oleh kaki tangan mereka di Finlandia, Amerika Serikat, Jerman, Israel dan Inggris. Dalam tahun 2005, dia dijatuhi hukuman dan dipenjara selama tiga tahun. Diperkirakan Kodiak telah mencuri sebesar 10,7 juta dollar.

Dengan demikian, jelaslah sudah hukuman yang dibebankan kepada Kodiak, ia dijatuhi hukuman dan dipenjara selama tiga tahun. Namun, jika disesuaikan dengan Undang-undang ITE Indonesia kasus tersbut dikenakan pasal berapa? Setelah berselancar di dunia maya, penulis menemukan Undang-undang ITE yang berkaitan dengan kasus tersebut. Adapun undang-undang yang berkaitan adalah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Internet & Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 30 UU ITE tahun 2008 ayat 3 : Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses computer dan/atau system elektronik dengan cara apapun dengan melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol system pengaman (cracking, hacking, illegal access). Ancaman pidana pasal 46 ayat 3 setiap orang yang memebuhi unsure sebagaimana dimaksud dalam pasal 30 ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) dan/atau denda paling banyak Rp 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah). Demikianlah yang dapat penulis sampaikan, semoga bermanfaat bagi semua pembaca.

sumber : https://mizan92.wordpress.com/2014/06/29/penyelesaian-dan-undang-undang-ite-yang-berkaitan-dengan-kasus-kodiak/

Selasa, 15 April 2014

pelanggaran etika dunia maya part2



3 Kasus Ucapan di Twitter Berujung ke Penjara



TEMPO.CO, Jakarta - Pencemaran nama baik lewat sosial media telah menjadi fenomena yang marak terjadi di jejaring sosial dalam beberapa tahun belakangan. Beberapa orang menganggap, itu hanyalah bentuk kebebasan berbicara, tapi yang lainnya justru menuduh, ini adalah bentuk provokasi atau pencemaran nama baik. Hal ini bisa menyeret seseorang ke jalur hukum, seperti yang terjadi pada pemilik akun twitter @benhan. 

Di Indonesia, kasus ocehan tak menyenangkan lewat sosial media menjadi sorotan tajam. Pasalnya, tidak semua pemilik akun harus menghadapi jalur hukum seperti @benhan. Banyak orang mengumpat, menuduh, berbohong, dan mencemarkan nama baik orang lain di jejaring sosial, tapi mereka tidak dipidanakan. 

Beberapa orang menganggap, hal ini adalah bentuk kebebasan menuangkan pikiran dan ajang tukar pendapat.Namun, hal ini tidak berlaku bagi sebagian orang, terutama yang namanya mungkin disebutkan atau dikaitkan dengan kasus tertentu. 

Beda halnya dengan di Indonesia, di Inggris, hukum ini justru begitu “kejam” diberlakukan. Banyak orang harus menghadapi hukum karena kicauannya. Menurut laporan BBC, sebanyak 653 orang menghadapi tuduhan pidana di Inggris dan Wales tahun lalu karena komentar di Twitter dan Facebook. Berikut beberapa kasus tersebut: 

1. Kasus pemerkosaan oleh pesepakbola Ched Evans. 

Pesepakbola asal Wales, Ched Evans, dihukum karena memperkosa gadis 19 tahun pada tahun 2013. Kasus ini ramai dibicarakan di twitter hingga menghasilkan lebih dari 6000 tweet. Beberapa orang mengolok-olok, gadis itu memangis saat diperkosa. Ada pula yang mencuit, gadis itu justru mendapatkan uang dari Evans. Bahkan, ada yang menyebut nama. Atas ucapan yang dianggap tak pantas ini, sebanyak 7 pria dan 2 orang wanita yang tidak disebutkan namanya terpaksa harus membayar sejumlah uang denda kalau gak mau dibui. 

2. Kasus penguntitan Facebook 

Joanne Fraill, seorang juri pengadilan berusia 40 tahun ini, terbukti menguntit Facebook seorang terdakwa kasus narkoba yang tengah ditanganinya. Wanita ini terbukti mengecek akun Facebook si terdakwa hingga berkali-kali. Kejadian yang terjadi pada bulan Juni 2011 ini membuat Fraill menjadi juri pertama yang dipenjara karena masalah ini. 

Ia harus mendekam di penjara selama 8 bulan. Sebagai seorang juri, Fraill seharusnya tidak melanggar sumpahnya. Ia harusnya tidak melakukan kontak apapun terhadap terdakwa, termasuk mencari informasi pribadi lewat Facebook. Pasalnya, juri diharapkan bisa menilai secara objektif si terdakwa lewat fakta-fakta yang diuraikan di pengadilan, bukannya justru menilai kepribadian si terdakwa lewat media sosial. 

3. Candaan pengebomaan bandara 

Rasa kesal yang dilampiaskan Paul Chambers lewat twitter justru membuatnya harus berhadapan dengan hukum. Kala itu, Chambers ingin bepergian dengan pesawat melalui Bandara Internasional Robin Hood di Sheffield. Namun sayang, karena salju turun dengan lebat, bandara harus ditutup. 

Ia kesal karena rencananya jadi berantakan. Kejadian yang terjadi pada Mei 2010 ini akhirnya diekspesikan lewat twitter. Ia mencuit akan meledakkan bandara. Mungkin maksudnya ingin meledakkan salju yang menutupi bandara. Atas kejadian ini, ia pun didakwa karena cuitnya dianggap sebagai ancaman. 

Kesimpulan : 

Jika dilihat dari sudut pandang sisi Etika Profesi TSI, para pengguna twitter menurut saya gampang terprovokasi dengan info dan berita yang mengundang komentar, entah itu dalam bentuk berita nyata maupun berita yang hanya menjadi perbincangan semata, terkadang pengguna twitter lebih memilih untuk berkomentar dibanding dengan mengambil hikmah dari berita maupun info yang diterima. jadi, alangkah lebih baik jika media sosial kita gunakan untuk mencari ilmu dan mendalami segala info yang didapat, agar tidak salah dalam menanggapinya.

pelanggaran etika dunia maya part1



Misbakhun: Kasus Benhan Jadi Pelajaran Bagi Pengguna Twitter


Misbakhun (sumber: Antara)

Jakarta - Mantan anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Misbakhun mengatakan bahwa para pengguna media sosial bisa mengambil pelajaran dari kasus Misbakhun.

"Vonis bersalah di tingkat PN pada saudara Benny Handoko, pemilik akun twitter @benhan ini menjadi pelajaran bagi semua orang yang punya kun twitter, untuk menggunakan media sosial secara bertanggung jawab," katanya kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Rabu, (5/2). "Menjaga hak-hak yang dimiliki oleh orang lain. Menjauhi penyebaran informasi yang tidak benar, melakukan fitnah dan menebarkan kebencian pribadi semata."

Seperti diketahui, Benny Handoko, pemilik akun twitte @benhan yang memiliki lebih dari 53,6 ribu pengikut, dijatuhi hukuman 6 bulan penjara dengan satu tahun masa percobaan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena pencemaran nama baik. Pada bulan Desember 2012, di lini masanya, dia menyebut Misbakhun sebagai rampok Bank Century.

Misbakhun pada waktu itu merespon kicauannya dengan meminta dia untuk meminta maaf karena pernyataan yang tidak dapat dibuktikan, setelah hukuman Misbakhun dibatalkan oleh Mahkamah Agung. Benhan menolak.

Misbakhun mengatakan bahwa dia sebenarnya prihatin terhadap vonis hukum tersebut, karena yang dia inginkan pada awalnya hanyalah permintaan maaf.

"Keprihatinan saya tersebut timbul, karena sejak awal saya hanya meminta saudara Benny handoko meminta maaf dan menghapus isi tweetnya yang berisi fitnah tersebut," katanya. "Dengan begitu saya anggap persoalan selesai. Tapi permintaan yang sederhana tersebut tidak dipenuhi oleh saudara Benny Handoko. Sehingga dengan penuh keterpaksaan kemudian berlanjut menjadi proses hukum."

Dia mengatakan bahwa keputusannya untuk melaporkan Benny karena dia harus menjaga harkat dan martabat dirinya, istri, anak-anak, orang tua dan keluarga besarnya.

"Putusan tersebut telah menjadi bukti hukum yang sah dan nyata bhwa masih ada orang yang menggunakan twitter sebagai sarana untuk mencemarkan nama baik orang dengan membuat tweet fitnah, karena isinya tidak benar, penuh prasangka kebencian dan tidak berdasarkan fakta," katanya.

Lebih lanjut Misbakhun mengingatkan agar pengguna media sosial, khususnya twitter, untuk melihat kebebasan berpendapat tanpa mengabaikan adanya aturan dan hak orang lain yang perlu dijaga.

Kesimpulan :

Jika dilihat dari sudut pandang sisi Etika Profesi TSI, kicauan Benhan di twitter yang menyebarkan informasi yang menyebabkan pencemaran nama baik seseorang. Tindakan itu menimbulkan kerugian bagi orang lain bahkan merugikan dirinya sendiri. Padahal media yang seharusnya menjadi alat untuk bersosialisasi, berbagi informasi, yang bisa menguntungkan bagi kita maupun orang lain, malah justru merugikan kita sendiri karena ulah yang tidak sesuai dengan etika profesionalisasi. jadi, hendaknya kita tahu etika maupun batasan dalam bersosial di dunia maya.


Penulis: Fahrorozi
Sumber:Camelia Pasandaran


Rabu, 19 Maret 2014

10 Etika Dalam Profesi


Oleh : Fahrorozi


 Etika adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral.

Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1998) merumuskan pengertian etika dalam tiga arti sebagai berikut:
  • Ilmu tentang apa yang baik dan buruk, tentang hak dan kewajiban moral.
  • Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.
  • Nilai mengenai benar dan salah yang dianut di masyarakat.
Sebagai contoh adalah Etika Profesi Psikologi :

   1.   Etika antara sesama Psikolog
  •  Ilmuwan Psikologi dan Psikolog wajib menghargai, menghormati  dan menjaga hak-hak serta nama baik rekan profesinya, yaitu  sejawat akademisi Keilmuan Psikologi/Psikolog.
  • Ilmuwan Psikologi dan Psikolog seyogianya saling memberikan  umpan balik untuk peningkatan keahlian profesinya.
   2.    Etika dengan profesi lain
  • Ilmuwan Psikologi dan Psikolog wajib menghargai, menghormati  kompetensi dan kewenangan rekan dari profesi lain.
  • Ilmuwan Psikologi dan Psikolog wajib mencegah dilakukannya  pemberian jasa atau praktikpsikologi oleh orang atau pihak lain  yang tidak memiliki kompetensi dan kewenangan.
   3.    Etika dalam pelaksanaan kegiatan
  • Ilmuwan Psikologi dan Psikolog hanya memberikan jasa/praktik  psikologi dalam hubungannya dengan kompetensi yang  bersifat  obyektif sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalampengaturan  terapan keahlian Ilmuwan Psikologi dan Psikolog.
  •  Ilmuwan Psikologi dan Psikolog dalam memberikan jasa/praktik  psikologi wajib menghormati hak-hak lembaga/organisasi/institusi  tempat melaksanakan kegiatan di bidang pelayanan, pelatihan, dan  pendidikan sejauh tidak bertentangan dengan kompetensi dan  kewenangannya.
   4.    Etika sikap profesional terhadap klien
  • Memberikan jasa/praktik kepada semua pihak yang  membutuhkannya.
  • Melindungi klien atau pemakai jasa dari akibat yang merugikan  sebagai dampak jasa/praktik yang diterimanya.
   5.     Etika asas kesediaan
  • Ilmuwan Psikologi dan Psikolog wajib menghormati dan menghargai hak  pemakai jasa atau klien untuk menolak keterlibatannya dalam pemberian  jasa/praktik psikologi, mengingat asas sukarela yang mendasari pemakai  jasa dalam menerima atau melibatkan diri dalam proses pemberian  jasa/praktik psikologi.
  6.     Etika interpretasi hasil pemeriksaan
  • Interpretasi hasil pemeriksaan psikologik tentang klien atau pemakai jasa  psikologi hanya boleh dilakukan oleh Psikolog berdasarkan kompetensi  dan kewenangan.
   7. Etika pemanfaatan dan penyampaian hasil pemeriksaan
  • Pemanfaatan hasil pemeriksaan dilakukan dengan memperhatikan  ketentuan yang berlaku dalam praktik psikologi. Penyampaian hasil  pemeriksaan psikologik diberikan dalam bentuk dan bahasa yang mudah  dipahami klien atau pemakai jasa.
   8.    Etika menjaga kerahasiaan data klien
  • Ilmuwan Psikologi dan Psikolog wajib memegang teguh rahasia yang  menyangkut klien atau pemakai jasa psikologi dalam  hubungan dengan  pelaksanaan kegiatannya.
   9.    Etika penyantuman identitas
  • Segala keterangan yang diperoleh dari kegiatan praktik psikologi sesuai  keahlian yang dimilikinya, pada pembuatan laporan secara tertulis Psikolog yang bersangkutan wajib membubuhkan tanda  tangan, nama jelas, dan nomor izin praktik sebagai bukti pertanggungjawaban.
  10.   Etika tanggung jawab
  • Tanggung jawab ilmuan psikologi dan psikolog dalam memberikan jasa praktik psikologi  hanya dalam konteks hubungan atau peran profesional maupun ilmiah.
Sumber :


Rabu, 20 November 2013

Future Shopping Card

Future Shopping Card
Kartu Kredit Masa Depan

Oleh : Fahrorozi



     Perkembangan teknologi smart card beserta derivatifnya adalah sebuah jawaban atas meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk dapat memanfaatkan perkembangan teknologi informasi secara maksimal dalam kehidupan sehari-hari. Kesederhanaan dan keamanan bertransaksi menjadi perhatian utama masyarakat dalam memanfaatkan teknologi smart card. Saat ini smart card mampu menyajikan jenis jasa dan aplikasi baik untuk bidang telekomunikasi, perbankan dan keuangan, kesehatan hingga pemerintahan.

     Kemampuan untuk penyajian berbagai jenis jasa dan aplikasi baru terpadu ini diantisipasikan akan sangat besar dampaknya terhadap lingkungan operasional seperti penggunaannya, lingkungan pasar, model bisnis serta sisi regulasinya yang selanjutnya akan memicu perubahan masyarakat dalam hal belajar, bekerja dan bermain yang pada akhirnya akan menaikkan tingkat hidup masyarakat secara sosial, ekonomi dan kultural.
Hingga saat ini belum ada regulasi yang komprehensif mengatur pemanfaatan smart card secara nasional baik dari sisi teknologi, model bisnis maupun standar yang tepat untuk diterapkan di Indonesia. Demi kepentingan nasional perlu dibuat pentahapan dari kondisi saat ini menuju ke arah penerapan smart card secara nasional, disertai regulasi yang mendukung industri agar dapat berperan dalam setiap tahap produksi dan implementasi.

     Hasil prestasi industri perangkat dalam negeri yang menyamai kemampuan industri luar negeri dalam pengembangan perangkat smart card dan derivatifnya, khususnya piranti lunak (software) yang mempunyai nilai tambah yang tinggi, akan dapat menjadi kekuatan ekonomi luar biasa apabila dapat segera ditangani secara nasional dengan keterpaduan antara industri perangkat, industri layanan, lembaga penelitian dan pengembangan, serta para pakar yang tersebar di universitas dan industri.
Peran serta pemerintah dalam mendorong untuk tumbuh dan berkembangnya industri ini, baik dalam bentuk fasilitas maupun kebijakan sehingga industri lokal mampu berkompetisi dengan industri luar, merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan bisnis yang sehat

     Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di bidang elektronika membawa umat manusia memasuki pola kehidupan masyarakat informasi, dimana kebutuhan akan divais-divais elektronika yang berfungsi tinggi menjadi semakin meningkat untuk menyeimbangi kecepatan pertumbuhan perangkat lunak. Kalau kita meninjau, beberapa perkembangan teknologi yang memicu pesatnya perkembangan teknologi informasi belakangan ini dimulai dari penemuan transistor di Amerika pada tahun 1950-an yang membuka jalan bagi berkembangnya komputer, dengan teknologi pendukung seperti IC (Integrated Circuit) serta VLSI (Very Large Scale Integrated Circuit) atau yang lebih dikenal sebagai chip komputer.

     Sebagai salah satu perkembangan pemanfaatan dari chip ini adalah kartu elektronik atau yang lazim disebut smart card (kartu pintar), dimana pada hakekatnya merupakan aplikasi teknologi yang menerapkan langsung keunggulan yang dimiliki oleh chip semikonduktor yang berisi ribuan – bahkan jutaan divais elektronik dalam skala sangat kecil, dalam hal kecilnya ukuran dan kepadatan data yang dimilikinya.
Dalam penerapan pada aspek kehidupan di masyarakat, pengembangan smart card itu sendiri maupun aplikasinya mempunyai prospek dan tingkat kebutuhan yang sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan smart card (SIM card) yang digunakan telephon genggam.

     Aplikasi dari smart card yang mempunyai fungsi lebih unggul juga dirasakan dalam bidang perbankan, kartu identifikasi multi fungsi ataupun untuk otomatisasi pembayaran penggunaan jalan tol. Pengembangan aplikasi lainnya adalah seperti pada : alat komunikasi bergerak, kartu pengenal barang di bandara atau pelabuhan, pengukur kecepatan di kendaraan serta aplikasi lainnya seperti penerapan sistem smart card pada Universitas, Rumah Sakit, Militer dan lain-lain, sebagaimana ditunjukkan pada gambar berikut ini.






Dan ini adalah contoh video dari future card ( kartu masa depan ).



Demikian artikel dari saya, semoga bermanfaat dan bisa saling berbagi ilmu.

Sumber :
http://www.detiknas.org/index.php/download/get/142/
https://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=lVuUCbkYNxA



Rabu, 06 November 2013

TELEMATIKA

TELEMATIKA

Oleh : Fahrorozi

Pengertian Telematika

Kata “TELEMATIKA” yang merupakan adopsi dari bahasa Prancis yang sebenarnya adalah “TELEMATIQUE” yang juga dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.
Para praktisi mengatakan bahwa TELEMATICS merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital. Dalam wikipedia disebutkan bahwa Telematics juga sering disebut dengan ICT (Information and Communications Technology).
TELEMATIKA menurut pak Moedjiono yang merupakan konvergensi dari :
Tele = ”Telekomunikasi”
ma = “Multimedia”
Tika = ”Informatika”
Dari makna di atas, dapat disimpulkan bahwa Telematika adalah segala sesuatu kegiatan yang melibatkan proses pengiriman data multimedia yang mempunyai informasi penting antara satu sumber informasi dan pengontrol atau pengambil informasi melalui media internet.


1. Perpustakaan Elektronik

Perpustakaan yang biasanya arsip-arsip buku dengan di Bantu dengan teknologi informasi dan internet dapat dengan mudah mengubah konsep perpustakaan yang pasif menjadi agresif dalam berinteraksi dengan penggunanya. Homepage dari The Library of Congress merupakan salah satu perpustakaan yang terbesar di dunia. Saat ini sebagian informasi yang ada di perpustakaan itu dapat di akses melalui internet.

2. Surat Elektronik (email)

Dengan aplikasi sederhana seperti email maka seorang dosen, pengelola, orang tua dan mahasiswa dapat dengan mudah berhubungan. Dalam kegiatan di luar kampus mahasiswa yang menghadapi kesulitan dapat bertanya lewat email.

3. Ensiklopedia

Sebagian perusahan yang menjajakan ensiklopedia saat ini telah mulai bereksperimen menggunakan CD ROM untuk menampung ensiklopedia sehingga diharapkan ensiklopedia di masa mendatang tidak hanya berisi tulisan dan gambar saja, tapi juga video, audio, tulisan dan gambar, dan bahkan gerakan. Dan data informasi yang terkandung dalam ensklopedia juga telah mulai tersedia di internet. Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan maka data dan informasi yang terkandung dalam ensiklopedi elektronik dapat diperbaharui.

4. Sistem Distribusi Bahan Secara Elektronis ( digital )

Dengan adanya sistem ini maka keterlambatan serta kekurangan bahan belajar bagi warga belajar yang tinggal di daerah terpencil dapat teratasi. Bagi para guru SD yang mengikuti penyetaraan D2, sarana untuk mengakses program ini tdk menjadi masalah karena mereka dapat menggunakan fasilitas yang dimiliki kantor pos yang menyediakan jasa internet.

5. Tele-edukasi dan Latihan Jarak Jauh dalam Cyber System

Pendidikan dan pelatihan jarak jauh diperlukan untuk memudahkan akses serta pertukaran data, pengalaman dan sumber daya dalam rangka peningkatan mutu dan keterampilan professional dari SDM di Indonesia. Pada gilirannya jaringan ini diharapkan dapat menjangkau serta dapat memobilisasikan potensi masyarakat yang lain, termasuk dalam usaha, dalam rangka pembangunan serta kelangsungan kehidupan ekonomi di Indonesia, baik yang bersifat pendidikan formal maupun nonformal dalam suatu “cyber system”.

6. Pengelolaan Sistem Informasi

Ilmu pengetahuan tersimpan dalam berbagai bentuk dokumen yang sebagian besar tercetak dalam bentuk buku, makalah atau laporan informasi semacam ini kecuali sukar untuk diakses, juga memerlukan tempat penyimpanan yang luas. Beberapa informasi telah disimpan dalam bentuk disket atau CD ROM, namun perlu dikembangkan lebih lanjut sistem agar informasi itu mudah dikomunikasikan. Mirip halnya dengan perpustakaan elektronik, informasi ini sifatnya lebih dinamik (karena memuat hal-hal yang mutakhir) dapat dikelola dalam suatu sistem.

7. Video Teleconference

Keberadaan teknologi ini memungkinkan siswa atau mahasiswa dari seluruh dunia untuk dapat berkenalan, saling mengenal bangsa di dunia. Teknologi ini dapat digunakan sebagai sarana diskusi, simulasi dan dapat digunakan untuk bermain peran pada kegiatan pembelajaran yang berfungsi menumbuhkan kepercayaan diri dan kerjasama yang bersifat sosial.

Banyak faktor yang mempengaruhi dilaksanakan atau tidaknya potensi teknologi telematika. Faktor utama, menurut Miarso (2004) adalah adanya komitmen politik dari para pengambil kebijakan dan ketersediaan para tenaga terampil.


Minggu, 28 April 2013

Ilmu dan Pengetahuan


ILMU DAN PENGETAHUAN



Adakah perbedaan antara kedua arti kata tersebut?

Oleh : Fahrorozi


Dalam posting kali ini saya akan membahas Ilmu dan Pengetahuan. Sebenarnya sama atau ada perbedaan antara dua arti kata tersebut. Yang menurut hepotesa atau banyak orang katanya bahwa ilmu dan pengetahuan itu berkesinambungan. Terus apa perbedaan dari kedua arti kata tersebut? Mari kita bahas!

Pada awalnya yang pertama muncul adalah filsafat dan ilmu-ilmu khusus merupakan bagian dari filsafat. Sehingga dikatakan bahwa filsafat merupakan induk atau ibu dari semua ilmu (mater scientiarum). Karena objek material filsafat bersifat umum yaitu seluruh kenyataan, pada hal ilmu-ilmu membutuhkan objek khusus.  Hal ini menyebabkan berpisahnya ilmu dari filsafat.

Meskipun pada perkembangannya masing-masing ilmu memisahkan diri dari filsafat, ini tidak berarti hubungan filsafat dengan ilmu-ilmu khusus menjadi terputus. Dengan ciri kekhususan yang dimiliki setiap ilmu, hal ini menimbulkan batas-batas yang tegas di antara masing-masing ilmu. Dengan kata lain tidak ada bidang pengetahuan yang menjadi penghubung ilmu-ilmu yang terpisah. Di sinilah filsafat berusaha untuk menyatu padukan masing-masing ilmu. Tugas filsafat adalah mengatasi spesialisasi dan merumuskan suatu pandangan hidup yang didasarkan atas pengalaman kemanusian yang luas.

Ada hubungan timbal balik antara ilmu dengan filsafat. Banyak masalah filsafat yang memerlukan landasan pada pengetahuan ilmiah apabila pembahasannya tidak ingin dikatakan dangkal dan keliru. Ilmu dewasa ini dapat menyediakan bagi filsafat sejumlah besar bahan yang berupa fakta-fakta yang sangat penting bagi perkembangan ide-ide filsafati yang tepat sehingga sejalan dengan pengetahuan ilmiah.

Dalam perkembangan berikutnya, filsafat tidak saja dipandang sebagai induk dan sumber ilmu, tetapi sudah merupakan bagian dari ilmu itu sendiri, yang juga mengalami spesialisasi. Dalam taraf peralihan ini filsafat tidak mencakup keseluruhan, tetapi sudah menjadi sektoral. Contohnya filsafat agama, filsafat hukum, dan filsafat ilmu adalah bagian dari perkembangan filsafat yang sudah menjadi sektoral dan terkotak dalam satu bidang tertentu. Dalam konteks inilah kemudian ilmu sebagai kajian filsafat sangat relevan untuk dikaji dan didalami .

Definisi Ilmu Pengetahuan
Membicarakan masalah ilmu pengetahuan beserta definisinya ternyata tidak semudah dengan yang diperkirakan. Adanya berbagai definisi tentang ilmu pengetahuan ternyata belum dapat menolong untuk memahami hakikat ilmu pengetahuan itu. Sekarang orang lebih berkepentingan dengan mengadakan penggolongan (klasifikasi) sehingga garis demarkasi antara (cabang) ilmu yang satu dengan yang lainnya menjadi lebih diperhatikan.

Pengertian ilmu yang terdapat dalam kamus Bahasa Indonesia adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu (Admojo, 1998). Mulyadhi Kartanegara mengatakan ilmu adalah any organized knowledge. Ilmu dan sains menurutnya tidak berbeda, terutama sebelum abad ke-19, tetapi setelah itu sains lebih terbatas pada bidang-bidang fisik atau inderawi, sedangkan ilmu melampauinya pada bidang-bidang non fisik, seperti metafisika.

Adapun beberapa definisi ilmu menurut para ahli diantaranya adalah :
  • Mohamad Hatta, mendefinisikan ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya, maupun menurut kedudukannya tampak dari luar, maupun menurut bangunannya dari dalam.
  • Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag, mengatakan ilmu adalah yang empiris, rasional, umum dan sistematik, dan ke empatnya serentak.
  • Karl Pearson, mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan yang komprehensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana.
  • Ashley Montagu, menyimpulkan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang disusun dalam satu sistem yang berasal dari pengamatan, studi dan percobaan untuk menentukan hakikat prinsip tentang hal yang sedang dikaji.
  • Harsojo menerangkan bahwa ilmu merupakan akumulasi pengetahuan yang disistemasikan dan suatu pendekatan atau metode pendekatan terhadap seluruh dunia empiris yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu, dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh panca indera manusia. Lebih lanjut ilmu didefinisikan sebagai suatu cara menganalisis yang mengijinkan kepada ahli-ahlinya untuk menyatakan suatu proposisi dalam bentuk : “ jika …. maka “. 
  • Afanasyef, menyatakan ilmu adalah manusia tentang alam, masyarakat dan pikiran. Ia mencerminkan alam dan konsep-konsep, katagori dan hukum-hukum, yang ketetapannya dan kebenarannya diuji dengan pengalaman praktis.
Berdasarkan definisi di atas terlihat jelas ada hal prinsip yang berbeda antara ilmu dengan pengetahuan. Pengetahuan adalah keseluruhan pengetahuan yang belum tersusun, baik mengenai matafisik maupun fisik. Dapat juga dikatakan pengetahuan adalah informasi yang berupa common sense, tanpa memiliki metode, dan mekanisme tertentu. Pengetahuan berakar pada adat dan tradisi yang menjadi kebiasaan dan pengulangan-pengulangan. Dalam hal ini landasan pengetahuan kurang kuat cenderung kabur dan samar-samar. Pengetahuan tidak teruji karena kesimpulan ditarik berdasarkan asumsi yang tidak teruji lebih dahulu. Pencarian pengetahuan lebih cendrung trial and error dan berdasarkan pengalaman belaka.

Pembuktian kebenaran pengetahuan berdasarkan penalaran akal atau rasional atau menggunakan logika deduktif. Premis dan proposisi sebelumnya menjadi acuan berpikir rasionalisme. Kelemahan logika deduktif ini sering pengetahuan yang diperoleh tidak sesuai dengan fakta.

Secara lebih jelas ilmu seperti sapu lidi, yakni sebagian lidi yang sudah diraut dan dipotong ujung dan pangkalnya kemudian diikat, sehingga menjadi sapu lidi. Sedangkan pengetahuan adalah lidi-lidi yang masih berserakan di pohon kelapa, di pasar, dan tempat lainnya yang belum tersusun dengan baik.

Objek Ilmu Pengetahuan
Ilmu adalah kumpulan pengetahuan. Namun bukan sebaliknya kumpulan ilmu adalah pengetahuan. Kumpulan pengetahuan agar dapat dikatakan ilmu harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat yang dimaksudkan adalah objek material dan objek formal. Setiap bidang ilmu baik itu ilmu khusus maupun ilmu filsafat harus memenuhi ke dua objek tersebut.

Objek material adalah sesuatu hal yang dijadikan sasaran pemikiran (Gegenstand), sesuatu hal yang diselidiki atau sesuatu hal yang dipelajari. Objek material mencakup hal konkrit misalnya manusia,tumbuhan, batu ataupun hal-hal yang abstrak seperti ide-ide, nilai-nilai, dan kerohanian. Objek formal adalah cara memandang, cara meninjau yang dilakukan oleh peneliti terhadap objek materialnya serta prinsip-prinsip yang digunakannya. Objek formal dari suatu ilmu tidak hanya memberi keutuhan suatu ilmu, tetapi pada saat yang sama membedakannya dari bidang-bidang yang lain. Satu objek material dapat ditinjau dari berbagai sudut pandangan sehingga menimbulkan ilmu yang berbeda-beda.



Dasar Ilmu
Ada tiga dasar ilmu yaitu ontologi, epistemologi dan aksiologi. Dasar ontologi ilmu mencakup seluruh aspek kehidupan yang dapat diuji oleh panca indera manusia. Jadi masih dalam jangkauan pengalaman manusia atau bersifat empiris. Objek empiris dapat berupa objek material seperti ide-ide, nilai-nilai, tumbuhan, binatang, batu-batuan dan manusia itu sendiri.

Ontologi merupakan salah satu objek lapangan penelitian kefilsafatan yang paling kuno. Untuk memberi arti tentang suatu objek ilmu ada beberapa asumsi yang perlu diperhatikan yaitu asumsi pertama adalah suatu objek bisa dikelompokkan berdasarkan kesamaan bentuk, sifat (substansi), struktur atau komparasi dan kuantitatif asumsi. Asumsi kedua adalah kelestarian relatif artinya ilmu tidak mengalami perubahan dalam periode tertentu (dalam waktu singkat). Asumsi ketiga yaitu determinasi artinya ilmu menganut pola tertentu atau tidak terjadi secara kebetulan.

Epistemologi atau teori pengetahuan yaitu cabang filsafat yang berurusan dengan hakikat dan ruang lingkup pengetahuan, pengandaian-pengandaian dan dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pertanyaan mengenai pengetahuan yang dimiliki.

Sebagian ciri yang patut mendapat perhatian dalam epistemologi perkembangan ilmu pada masa modern adalah munculnya pandangan baru mengenai ilmu pengetahuan. Pandangan itu merupakan kritik terhadap pandangan Aristoteles, yaitu bahwa ilmu pengetahuan sempurna tak boleh mencari untung, namun harus bersikap kontemplatif, diganti dengan pandangan bahwa ilmu pengetahuan justru harus mencari untung, artinya dipakai untuk memperkuat kemampuan manusia di bumi ini .

Dasar aksiologi berarti sebagai teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh, seberapa besar sumbangan ilmu bagi kebutuhan umat manusia. Dasar aksiologi ini merupakan sesuatu yang paling penting bagi manusia karena dengan ilmu segala keperluan dan kebutuhan manusia menjadi terpenuhi secara lebih cepat dan lebih mudah.

Berdasarkan aksiologi, ilmu terlihat jelas bahwa permasalahan yang utama adalah mengenai nilai. Nilai yang dimaksud adalah sesuatu yang dimiliki manusia untuk melakukan berbagai pertimbangan tentang apa yang dinilai. Teori tentang nilai dalam filsafat mengacu pada permasalahan etika dan estetika. Etika mengandung dua arti yaitu kumpulan pengetahuan mengenai penilaian terhadap perbuatan manusia dan merupakan suatu predikat yang dipakai untuk membedakan hal-hal, perbuatan-perbuatan atau manusia-manusia lainnya. Sedangkan estetika berkaitan dengan nilai tentang pengalaman keindahan yang dimiliki oleh manusia terhadap lingkungan dan fenomena disekelilingnya.

Prosedur Pencarian Ilmu
Salah satu ciri khas ilmu pengetahuan adalah sebagai suatu aktivitas, yaitu sebagai suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar oleh manusia. Ilmu menganut pola tertentu dan tidak terjadi secara kebetulan. Ilmu tidak saja melibatkan aktivitas tunggal, melainkan suatu rangkaian aktivitas, sehingga dengan demikian merupakan suatu proses. Proses dalam rangkaian aktivitas ini bersifat intelektual, dan mengarah pada tujuan-tujuan tertentu.

Disamping ilmu sebagai suatu aktivitas, ilmu juga sebagai suatu produk. Dalam hal ini ilmu dapat diartikan sebagai kumpulan pengetahuan yang merupakan hasil berpikir manusia. Ke dua ciri dasar ilmu yaitu ujud aktivitas manusia dan hasil aktivitas tersebut, merupakan sisi yang tidak terpisahkan dari ciri ketiga yang dimiliki ilmu yaitu sebagai suatu metode.

Metode ilmiah merupakan suatu prosedur yang mencakup berbagai tindakan pikiran, pola kerja, cara teknis, dan tata langkah untuk memperoleh pengetahuan baru atau mengembangkan pengetahuan yang telah ada. Perkembangan ilmu sekarang ini dilakukan dalam ujud eksperimen. Eksperimentasi ilmu kealaman mampu menjangkau objek potensi-potensi alam yang semula sulit diamati.

Pada umumnya metodologi yang digunakan dalam ilmu kealaman disebut siklus-empirik. Ini menunjukkan pada dua hal yang pokok, yaitu siklus yang mengandaikan adanya suatu kegiatan yang dilaksanakan berulang-ulang, dan empirik menunjukkan pada sifat bahan yang diselidiki, yaitu hal-hal yang dalam tingkatan pertama dapat diregistrasi secara indrawi. Metode siklus-empirik mencakup lima tahapan yang disebut observasi, induksi, deduksi, eksperimen, dan evaluasi. Sifat ilmiahnya terletak pada kelangsungan proses yang runut dari segenap tahapan prosedur ilmiah tersebut, meskipun pada prakteknya tahap-tahap kerja tersebut sering kali dilakukan secara bersamaan.

Pembahasan
Sebelum penjabaran tentang perbedaan pengetahuan dan ilmu pengetahuan, perlu diuraikan tentang pengertian pengetahuan dan ilmu pengetahuan. Tujuannya adalah untuk memudahkan dalam mendalami perbedaan antara pengetahuan dan ilmu pengetahuan.


 


Pengetahuan
Secara etimologi pengetahuan berasal dari kata dalam bahasa Inggris yaitu knowledge. Dalam Encyclopedia of Philosophy dijelaskan bahwa difinisi pengetahuan adalah kepercayaan yang benar (knowledge is justified true belief).

Sedangkan secara terminologi definisi pengetahuan ada beberapa definisi.


  • Pengetahuan adalah apa yang diketahui atau hasil pekerjaan tahu. Pekerjaan tahu tersebut adalah hasil dari kenal, sadar, insaf, mengerti dan pandai. Pengetahuan itu adalah semua milik atau isi pikiran. Dengan demikian pengetahuan merupakan hasil proses dari usaha manusia untuk tahu.
  • Pengetahuan adalah proses kehidupan yang diketahui manusia secara langsung dari kesadarannya sendiri. Dalam hal ini yang mengetahui (subjek) memiliki yang diketahui (objek) di dalam dirinya sendiri sedemikian aktif sehingga yang mengetahui itu menyusun yang diketahui pada dirinya sendiri dalam kesatuan aktif.
  • Pengetahuan adalah segenap apa yang kita ketahui tentang suatu objek tertentu, termasuk didalamnya ilmu, seni dan agama. Pengetahuan ini merupakan khasanah kekayaan mental yang secara langsung dan tak langsung memperkaya kehidupan kita.
Pada dasarnya pengetahuan merupakan hasil tahu manusia terhadap sesuatu, atau segala perbuatan manusia untuk memahami suatu objek tertentu. Pengetahuan dapat berwujud barang-barang baik lewat indera maupun lewat akal, dapat pula objek yang dipahami oleh manusia berbentuk ideal, atau yang bersangkutan dengan masalah kejiwaan.

Pengetahuan adalah keseluruhan pengetahuan yang belum tersusun, baik mengenai matafisik maupun fisik. Dapat juga dikatakan pengetahuan adalah informasi yang berupa common sense, tanpa memiliki metode, dan mekanisme tertentu. Pengetahuan berakar pada adat dan tradisi yang menjadi kebiasaan dan pengulangan-pengulangan. Dalam hal ini landasan pengetahuan kurang kuat cenderung kabur dan samar-samar. Pengetahuan tidak teruji karena kesimpulan ditarik berdasarkan asumsi yang tidak teruji lebih dahulu. Pencarian pengetahuan lebih cendrung trial and error dan berdasarkan pengalaman belaka.



Ruang Lingkup pengetahuan secara ontologi, epistomologi dan aksiologi ada tiga yaitu Ilmu, Agama dan Seni pada skema berikut :

Ilmu
Pada prinsipnya ilmu merupakan usaha untuk mengorganisir dan mensitematisasikan sesuatu. Sesuatu tersebut dapat diperoleh dari pengalaman dan pengamatan dalam kehidupan sehari-hari. Namun sesuatu itu dilanjutkan dengan pemikiran secara cermat dan teliti dengan menggunakan berbagai metode.

Ilmu dapat merupakan suatu metode berfikir secara objektif (objective thinking), tujuannya untuk menggambarkan dan memberi makna terhadap dunia faktual. Ini diperoleh melalui observasi, eksperimen, dan klasifikasi. Analisisnya merupakan hal yang objektif dengan menyampingkan unsur pribadi, mengedepankan pemikiran logika, netral (tidak dipengaruhi oleh kedirian atau subjektif). Ilmu sebagai milik manusia secara komprehensif yang merupakan lukisan dan keterangan yang lengkap dan konsisten mengenai hal-hal yang dipelajarinya dalam ruang dan waktu sejauh jangkauan logika dan dapat diamati panca indera manusia.

Ilmu adalah kumpulan pengetahuan. Namun bukan sebaliknya kumpulan ilmu adalah pengetahuan. Kumpulan pengetahuan agar dapat dikatakan ilmu harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat yang dimaksudkan adalah objek material dan objek formal. Setiap bidang ilmu baik itu ilmu khusus maupun ilmu filsafat harus memenuhi ke dua objek tersebut. Ilmu merupakan suatu bentuk aktiva yang dengan melakukannya umat manusia memperoleh suatu lebih lengkap dan lebih cermat tentang alam di masa lampau, sekarang dan kemudian serta suatu kemampuan yang meningkat untuk menyesuaikan dirinya.

Ada tiga dasar ilmu yaitu ontologi, epistemologi dan aksiologi. Dasar ontologi ilmu mencakup seluruh aspek kehidupan yang dapat diuji oleh panca indera manusia. Jadi masih dalam jangkauan pengalaman manusia atau bersifat empiris. Objek empiris dapat berupa objek material seperti ide-ide, nilai-nilai, tumbuhan, binatang, batu-batuan dan manusia itu sendiri.

Pada umumnya metodologi yang digunakan dalam ilmu kealaman disebut siklus-empirik. Ini menunjukkan pada dua macam hal yang pokok, yaitu siklus yang mengandaikan adanya suatu kegiatan yang dilaksanakan berulang-ulang, dan empirik yang menunjukkan pada sifat bahan yang diselidiki, yaitu hal-hal yang dalam tingkatan pertama dapat diregistrasi secara indrawi. Metode siklus-empirik mencakup lima tahapan yang disebut observasi, induksi, deduksi, eksperimen, dan evaluasi. Sifat ilmiahnya terletak pada kelangsungan proses yang runut dari segenap tahapan prosedur ilmiah tersebut, meskipun pada prakteknya tahap-tahap kerja tersebut sering kali dilakukan secara bersamaan (Soeprapto, 2003).

Ilmu dalam usahanya untuk menyingkap rahasia-rahasia alam haruslah mengetahui anggapan-anggapan kefilsafatan mengenai alam tersebut. Penegasan ilmu diletakkan pada tolok ukur dari sisi fenomenal dan struktural.

Dimensi Fenomenal.
Dalam dimensi fenomenal ilmu menampakkan diri pada hal-hal berikut :


  • Masyarakat yaitu suatu masyarakat yang elit yang dalam hidup kesehariannya sangat konsern pada kaidah-kaidah universaI, komunalisme, disinterestedness, dan skeptisme yang terarah dan teratur
  • Proses yaitu olah krida aktivitas masyarakat elit yang melalui refleksi, kontemplasi, imajinasi, observasi, eksperimentasi, komparasi, dan sebagainya tidak pernah mengenal titik henti untuk mencari dan menemukan kebenaran ilmiah.
  • Produk yaitu hasil dari aktivitas tadi berupa dalil-dalil, teori, dan paradigma-paradigma beserta hasil penerapannya, baik yang bersifat fisik, maupun non fisik.
Dimensi Struktural
Dalam dimensi struktural ilmu tersusun atas komponen-komponen berikut

1. Objek sasaran yang ingin diketahui


2. Objek sasaran terus menerus dipertanyakan tanpa mengenal titik henti


3. Ada alasan dan dengan sarana dan cara tertentu objek sasaran tadi terus menerus dipertanyakan


4. Temuan-temuan yang diperoleh selangkah demi selangkah disusun kembali dalam satu kesatuan sistem.


Ilmu dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu Ilmu Pengetahuan Abstrak, Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Humanis.

Secara rinci seperti skema di bawah ini.
Berdasarkan skema di atas terlihat bahwa ilmu melingkupi tiga bidang poko yaitu ilmu pengetahuan abstrak, ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan humanis. Ilmu pengetahuan abstrak meliputi metafisika, logika, dan matematika. Ilmu pengetahuan alam meliputi Fisika, kimia, biologi, kedokteran, geografi, dan lain sebagainya. Ilmu pengetahuan humanis meliputi psikologi, sosiologi, antropologi, hukum dan lain sebagainya.

Kesadaran manusia secara garis besar terbagi atas tiga dimensi yang amat penting. Pengalaman, perasaan dan pengetahuan. Ketiga dimensi itu berbeda secara substantif tetapi sangat saling berkaitan.

Pengetahuan adalah apa yang diketahui oleh manusia atau hasil pekerjaan manusia menjadi tahu. Pengetahuan itu merupakan milik atau isi pikiran manusia yang merupakan hasil dari proses usaha manusia untuk tahu. Dalam perkembangannya pengetahuan manusia berdiferensiasi menjadi empat cabang utama, filsasat, ilmu, pengetahuan dan wawasan. Untuk melihat perbedaan antara empat cabang itu, saya berikan contohnya: Ilmu kalam (filsafat), Fiqih (ilmu), Sejarah Islam (pengetahuan), praktek Islam di Indonesia (wawasan). Bahasa, matematika, logika dan statistika merupakan pengetahuan yang disusun secara sistematis, tetapi keempatnya bukanlah ilmu. Keempatnya adalah alat ilmu.

Setiap ilmu (sains) adalah pengetahuan (knowledge), tetapi tidak setiap pengetahuan adalah ilmu. Ilmu adalah semacam pengetahuan yang telah disusun secara sistematis. Bagaimana cara menyusun kumpulan pengetahuan agar menjadi ilmu? Jawabnya pengetahuan itu harus dikandung dulu oleh filsafat , lalu dilahirkan, dibesarkan dan diasuh oleh matematika, logika, bahasa, statistika dan metode ilmiah. Maka seseorang yang ingin berilmu perlu memiliki pengetahuan yang banyak dan memiliki pengetahuan tentang logika, matematika, statistika dan bahasa. Kemudian pengetahuan yang banyak itu diolah oleh suatu metode tertentu. Metode itu ialah metode ilmiah. Pengetahuan tentang metode ilmiah diperlukan juga untuk menyusun pengetahuan-pengetahuan tersebut untuk menjadi ilmu dan menarik pengetahuan lain yang dibutuhkan untuk melengkapinya.

Untuk bepengetahuan seseorang cukup buka mata, buka telinga, pahami realitas, hafalkan, sampaikan. Adapun untuk berilmu, maka metodenya menjadi lebih serius. Tidak sekedar buka mata, buka telinga, pahami realitas, hafalkan, sampaikan, secara serampangan. Seseorang yang ingin berilmu, pertama kali ia harus membaca langkah terakhir manusia berilmu, menangkap masalah, membuat hipotesis berdasarkan pembacaan langkah terakhir manusia berilmu, kemudian mengadakan penelitian lapangan, membuat pembahasan secara kritis dan akhirnya barulah ia mencapai suatu ilmu. Ilmu yang ditemukannya sendiri.

Apa maksud “membaca langkah terakhir manusia berilmu” ? Postulat ilmu mengatakan bahwa ilmu itu tersusun tidak hanya secara sistematis, tetapi juga terakumulasi disepanjang sejarah manusia. Tidak ada manusia, bangsa apapun yang secara tiba-tiba meloncat mengembangkan suatu ilmu tanpa suatu dasar pengetahuan sebelumnya. Katakanlah bahwa sebelum abad renaisansi di Eropa, bangsa Eropa berada dalam kegelapan yang terpekat. Karena larut dalam filsafat skolastik yang mengekang ilmu dan peran gereja. Para ilmuwan dan para filsafat abda itu tentu memiliki guru-guru yang melakukan pembacaan terhadap mereka tentang sampai batas terakhir manusia berilmu di zaman itu. Ilmu kimia abad modern sekarang adalah berpijak pada ilmu kimia, katakanlah abad 10 masehi yang berada di tangan orang-orang Islam. Dan ilmu kimia di abad 10 masehi itu tentu bepijak pula pada ilmu kimia abad 3500 tahun sebelum masehi, katakanlah itu misalanya dari negri dan zaman firaun.

Jadi seseorang yang ingin berilmu manajemen, misalnya, maka ia harus mengumpulkan dulu pengetahuan-pengetahuan mnajemen yang telah disusun sampai hari kemarin oleh para ahli ilmu tersebut dan merentang terus kebelakang sampai zaman yang dapat dicapai oleh pengetahuan sejarah.

Cara praktis, cepat, kompatibel, kredibel, aksesibel, dan lain-lain bel positif lainnya, untuk berilmu ialah dengan sekolah formal, dari SD hingga S3. Beruntunglah kawan-kawan yang bisa meraih gelar sarjana. Gelar magister dan seterusnya. Memang sekalipun gelar sudah s3 tapi koq masih terasa haus juga terhadap ilmu. Itu karena ilmu yang ada pada dirinya sebenarnya barus sedikit dari khazanah ilmu yang pernah disusun manusia, sedang disusun, dan apalagi jika dibanding dengan ilmu di masa depan sampai haru kiamat nanti.




Sedangkan ada yang berpendapat juga dari pengertian atau definisi dari arti kedua kata tersebut:

Ilmu —à pengetahuan yg tersusun
Pengetahuan–à pengalaman yg disusun secara sistematis
Jadi ilmu ; pengetahuan yg teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam segala golongan masalah yang sama tabiatnya maupun kedudukannya tampak dari luar maupun menurut bangunnya dari dalam

Ilmu ingin tahu yang mempunyai sifat
•– ber obyek

•– ber metode

•– ber sistim dan bersifat

•– universal


• Sedang pengetahuan yang didapat dari pengalaman disebut dengan pengetahuan pengalaman

• Sedang pengetahuan yang didapat dari jalan keterangan disebut dengan “ilmu”

• Pengetahuan– knowledge – i Pengeth

• Ilmu —– science

• Ilmu —– pengeth / knowledge

• Prof A Brecht menyatakan

• Teori menjelaskan gejala—usaha ini bersifat “ilmiah”

• Teori ilmiah menjelaskan gejala usaha bersifat “ilmu”

• Teori yang tak mengunakan metode ilmiah – biasa disebut spekulatif– falsafah

• Politik

• Berasal dari Belanda Politiek

• Asal kata dari Yunani Polis – negara kota

• Istilah politik sangat bervariasi

• Polities,political,policy,polity,politik

• Kata politik apabila dibelakang berarti polities– power – contoh partai politik

• Kata politik apabila didepan berarti policy/kebijaksanaan– contoh politik keuangan dll

• Politik segala aktifitas/sikap yang berhubungan dengan kekuasaan dan yang bermaksud untuk mempengaruhi dengan jalan mengubah atau mempertahankan suatu macam bentuk susunan masyarakat.

• Ilmu politik sekelompok ilmu pengetahuan yg teratur yg membahas gejala dalam kehidupan masy dlm pemusatan perhatian pada perjuangan manusia atau mempertahankan kekuasaan guna mencapai apa yg diinginkan nya.

Sedangkan menurut buku Filsafat Ilmu oleh : Dr. Amsal Baktiar, MA berpendapat bahwa :

CIRI UTAMA ILMU:
  • Ilmu adalah sebagian pengetahuan bersifat koheren, empiris, sistematis, dapat diukur, dan dibuktikan. Berbeda dengan iman, yaitu pengetahuan didasarkan atas keyakinan kepada yang gaib dan penghayatan serta pengalaman pribadi
  • Berbeda dengan pengetahuan, ilmu tidak pernah mengartikan kepingan pengetahuan satu putusan tersendiri, sebaliknya ilmu menandakan seluruh kesatuan ide yang mengacu ke obyek [atau alam obyek] yang sama dan saling berkaitan secara logis. Karena itu, koherensi sistematik adalajh hakikat ilmu. Prinsip-prinsip obyek dan hubungan-hubungannya yang tercermin dalam kaitan-kaiatan logis yang dapat dilihat dengan jelas. Bahwa prinsip-prinsip logis yang dapat dilihat dengan jelas. Bahwa prinsip-prinsip metafisis obyek menyingkapkan dirinya sendiri kepada kita dalam prosedur ilmu secara lamban, didasarkan pada sifat khusus intelek kita yang tidak dapat dicarikan oleh visi ruhani terhadap realitas tetapi oleh berpikir.
  • Ilmu tidak memerlukan kepastian lengkap berkenaan dengan masing-masing penalaran perorangan, sebab ilmu dapat memuat di dalamnya dirinya sendiri hipotesis-hipotesis dan teori-teori yang belum sepenuhnya dimantapan.
  • Ciri hakiki lainnya dari ilmu ialah metodologi, sebab kaitan logis yang dicari ilmu tidak dicapai dengan penggabungan tidak teratur dan tidak terarah dari banyak pengamatan ide yang terpisah-pisah. Sebaliknya, ilmu menuntut pengamatan dan berpikir metodis, tertata rapi. Alat Bantu metodologis yang penting adalah terminology ilmiah. Yang disebut belakangan ini mencoba konsep-konsep ilmu.


PERSAMAAN DAN PERBEDAAN FILSAFAT DAN ILMU

  • PERSAMAAN:
  • Keduanya mencari rumusan yang sebaik-baiknya menyelidiki obyek selengkap-lengkapnya sampai ke-akar-akarnya
  • Keduanya memberikan pengertian mengenai hubungan atau koheren yang ada antara kejadian-kejadian yang kita alami dan mencoba menunjukkan sebab-akibatnya
  • Keduanya hendak memberikan sistesis, yaitu suatu pandangan yang bergandengan
  • Keduanya mempunyai metode dan sistem
  • Keduanya hendak memberikan penjelasan tentang kenyataan seluruhnya timbul dari hasrat manusia [obyektivitas], akan pengetahuan yang lebih mendasar.
  • PERBEDAAN:
  • Obyek material [lapangan] filsafat itu bersifat universal [umum], yaitu segala sesuatu yang ada [realita] sedangkan obyek material ilmu [pengetahuan ilmiah] itu bersifat khusus dan empiris. Artinya, ilmu hanya terfokus pada disiplin bidang masing-masing secra kaku dan terkotak-kotak, sedangkan kajian filsafat tidak terkotak-kotak dalam disiplin tertentu
  • Obyek formal [sudut pandangan] filsafat itu bersifat non fragmentaris, karena mencari pengertian dari segala sesuatu yang ada itu secara luas, mendalam dan mendasar. Sedangkan ilmu bersifat fragmentaris, spesifik, dan intensif. Di samping itu, obyek formal itu bersifatv teknik, yang berarti bahwa cara ide-ide manusia itu mengadakan penyatuan diri dengan realita
  • Filsafat dilaksanakan dalam suasana pengetahuan yang menonjolkan daya spekulasi, kritis, dan pengawasan, sedangkan ilmu haruslah diadakan riset lewat pendekatan trial and error. Oleh karena itu, nilai ilmu terletak pada kegunaan pragmatis, sedangkan kegunaan filsafat timbul dari nilainnya
  • Filsafat memuat pertanyaan lebih jauh dan lebih mendalam berdasarkan pada pengalaman realitas sehari-hari, sedangkan ilmu bersifat diskursif, yaitu menguraikan secara logis, yang dimulai dari tidak tahu menjadi tahu
  • Filsafat memberikan penjelasan yang terakhri, yang mutlak, dan mendalam sampai mendasar [primary cause] sedangkan ilmu menunjukkan sebab-sebab yang tidak begitu mendalam, yang lebih dekat, yang sekunder [secondary cause]
Sedangkan dari wikipedia bahasa Indonesia sendiri :

Ilmu alam: Planet Mars (kiri), Planet Merkuri (kanan), Bulan (bawah kiri), Pluto (bawah tengah), dan Haumea (bawah kanan), perbandingan skala menggunakan diameter Sirius B

Ilmu (atau ilmu pengetahuan) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia [1]. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya[2].

Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi.

Contoh: Ilmu Alam hanya bisa menjadi pasti setelah lapangannya dibatasi ke dalam hal yang bahani (materiil saja) atau ilmu psikologi hanya bisa meramalkan perilaku manusia jika membatasi lingkup pandangannya ke dalam segi umum dari perilaku manusia yang kongkrit. Berkenaan dengan contoh ini, ilmu-ilmu alam menjawab pertanyaan tentang berapa jauhnya matahari dari bumi, atau ilmu psikologi menjawab apakah seorang pemudi sesuai untuk menjadi perawat

Kesimpulan
Berdasarkan uaraian di atas dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut :

1. Ada perbedaan prinsip antara ilmu dengan pengetahuan. Ilmu merupakan kumpulan dari berbagai pengetahuan, dan kumpulan pengetahuan dapat dikatakan ilmu setelah memenuhi syarat-syarat objek material dan objek formal

2. Ilmu bersifat sistematis, objektif dan diperoleh dengan metode tertentu seperti observasi, eksperimen, dan klasifikasi. Analisisnya bersifat objektif dengan menyampingkan unsur pribadi, mengedepankan pemikiran logika, netral (tidak dipengaruhi oleh kedirian atau subjektif).

3. Pengetahuan adalah keseluruhan pengetahuan yang belum tersusun, baik mengenai matafisik maupun fisik, pengetahuan merupakan informasi yang berupa common sense, tanpa memiliki metode, dan mekanisme tertentu. Pengetahuan berakar pada adat dan tradisi yang menjadi kebiasaan dan pengulangan-pengulangan. Dalam hal ini landasan pengetahuan kurang kuat cenderung kabur dan samar-samar. Pengetahuan tidak teruji karena kesimpulan ditarik berdasarkan asumsi yang tidak teruji lebih dahulu. Pencarian pengetahuan lebih cendrung trial and error dan berdasarkan pengalaman belaka

4. Dalam penulisan karangan ilmiah atau penulisan lainnya harus dibedakan antara ilmu dengan pengetahuan, agar kekaburan makna dari kata tersebut tidak terjadi.

5. Penggabungan kata ilmu dengan pengetahuan menjadi ilmu pengetahuan berkonotasi ganda, sehingga dalam penulisannya cukup dipakai salah satu kata sesuai dengan maknanya.

Daftar pustaka :

  • Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
  • Bakhtiar A. 2005. Filsafat Ilmu. Ed 1. Cetakan ke 2. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.
  • Kattsoff, L.O. 1992. Pengantar Filsafat: Penerjemah Soejono Soemargono. Yogyakarta. Tiara Wacana Yogya.
  • Mulyadhi Kartanegara, 2003. Pengantar Epistemologi Islam. Mizan. Bandung
  • Mudhofir, A. 2005. Pengenalan Filsafat. Filsafat Ilmu. Cetakan ketiga. Penerbit Liberty. Yogyakarta.
  • Siswomihardjo, K.W. 2003. Ilmu Pengetahuan Sebuah Sketsa Umum Mengenai Kelahiran dan Perkembangannya sebagai Pengantar untuk Memahami Filsafat Ilmu. Dalam Filsafat Ilmu. Cetakan ketiga. Penerbit Liberty. Yogyakarta.
  • Soeprapto, S. 2003. Landasan Penelaahan Ilmu. Dalam Filsafat Ilmu. Cetakan ketiga. Penerbit Liberty. Yogyakarta.
  • Suriasumantri, Jujun S, 2000. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Cetakan XIII. Sinar Harapan Jakarta.
  • Supriyanto, S. 2003. Filsafat Ilmu. Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. Surabaya.
  • Tjahyadi, S. 2005. Ilmu, Teknologi dan Kebudayaan. Dalam Filsafat Ilmu. Cetakan ketiga. Penerbit Liberty. Yogyakarta.




TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI BLOG SAYA

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management