Rabu, 20 November 2013

Future Shopping Card

Future Shopping Card
Kartu Kredit Masa Depan

Oleh : Fahrorozi



     Perkembangan teknologi smart card beserta derivatifnya adalah sebuah jawaban atas meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk dapat memanfaatkan perkembangan teknologi informasi secara maksimal dalam kehidupan sehari-hari. Kesederhanaan dan keamanan bertransaksi menjadi perhatian utama masyarakat dalam memanfaatkan teknologi smart card. Saat ini smart card mampu menyajikan jenis jasa dan aplikasi baik untuk bidang telekomunikasi, perbankan dan keuangan, kesehatan hingga pemerintahan.

     Kemampuan untuk penyajian berbagai jenis jasa dan aplikasi baru terpadu ini diantisipasikan akan sangat besar dampaknya terhadap lingkungan operasional seperti penggunaannya, lingkungan pasar, model bisnis serta sisi regulasinya yang selanjutnya akan memicu perubahan masyarakat dalam hal belajar, bekerja dan bermain yang pada akhirnya akan menaikkan tingkat hidup masyarakat secara sosial, ekonomi dan kultural.
Hingga saat ini belum ada regulasi yang komprehensif mengatur pemanfaatan smart card secara nasional baik dari sisi teknologi, model bisnis maupun standar yang tepat untuk diterapkan di Indonesia. Demi kepentingan nasional perlu dibuat pentahapan dari kondisi saat ini menuju ke arah penerapan smart card secara nasional, disertai regulasi yang mendukung industri agar dapat berperan dalam setiap tahap produksi dan implementasi.

     Hasil prestasi industri perangkat dalam negeri yang menyamai kemampuan industri luar negeri dalam pengembangan perangkat smart card dan derivatifnya, khususnya piranti lunak (software) yang mempunyai nilai tambah yang tinggi, akan dapat menjadi kekuatan ekonomi luar biasa apabila dapat segera ditangani secara nasional dengan keterpaduan antara industri perangkat, industri layanan, lembaga penelitian dan pengembangan, serta para pakar yang tersebar di universitas dan industri.
Peran serta pemerintah dalam mendorong untuk tumbuh dan berkembangnya industri ini, baik dalam bentuk fasilitas maupun kebijakan sehingga industri lokal mampu berkompetisi dengan industri luar, merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan bisnis yang sehat

     Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di bidang elektronika membawa umat manusia memasuki pola kehidupan masyarakat informasi, dimana kebutuhan akan divais-divais elektronika yang berfungsi tinggi menjadi semakin meningkat untuk menyeimbangi kecepatan pertumbuhan perangkat lunak. Kalau kita meninjau, beberapa perkembangan teknologi yang memicu pesatnya perkembangan teknologi informasi belakangan ini dimulai dari penemuan transistor di Amerika pada tahun 1950-an yang membuka jalan bagi berkembangnya komputer, dengan teknologi pendukung seperti IC (Integrated Circuit) serta VLSI (Very Large Scale Integrated Circuit) atau yang lebih dikenal sebagai chip komputer.

     Sebagai salah satu perkembangan pemanfaatan dari chip ini adalah kartu elektronik atau yang lazim disebut smart card (kartu pintar), dimana pada hakekatnya merupakan aplikasi teknologi yang menerapkan langsung keunggulan yang dimiliki oleh chip semikonduktor yang berisi ribuan – bahkan jutaan divais elektronik dalam skala sangat kecil, dalam hal kecilnya ukuran dan kepadatan data yang dimilikinya.
Dalam penerapan pada aspek kehidupan di masyarakat, pengembangan smart card itu sendiri maupun aplikasinya mempunyai prospek dan tingkat kebutuhan yang sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan smart card (SIM card) yang digunakan telephon genggam.

     Aplikasi dari smart card yang mempunyai fungsi lebih unggul juga dirasakan dalam bidang perbankan, kartu identifikasi multi fungsi ataupun untuk otomatisasi pembayaran penggunaan jalan tol. Pengembangan aplikasi lainnya adalah seperti pada : alat komunikasi bergerak, kartu pengenal barang di bandara atau pelabuhan, pengukur kecepatan di kendaraan serta aplikasi lainnya seperti penerapan sistem smart card pada Universitas, Rumah Sakit, Militer dan lain-lain, sebagaimana ditunjukkan pada gambar berikut ini.






Dan ini adalah contoh video dari future card ( kartu masa depan ).



Demikian artikel dari saya, semoga bermanfaat dan bisa saling berbagi ilmu.

Sumber :
http://www.detiknas.org/index.php/download/get/142/
https://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=lVuUCbkYNxA



Rabu, 06 November 2013

TELEMATIKA

TELEMATIKA

Oleh : Fahrorozi

Pengertian Telematika

Kata “TELEMATIKA” yang merupakan adopsi dari bahasa Prancis yang sebenarnya adalah “TELEMATIQUE” yang juga dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.
Para praktisi mengatakan bahwa TELEMATICS merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital. Dalam wikipedia disebutkan bahwa Telematics juga sering disebut dengan ICT (Information and Communications Technology).
TELEMATIKA menurut pak Moedjiono yang merupakan konvergensi dari :
Tele = ”Telekomunikasi”
ma = “Multimedia”
Tika = ”Informatika”
Dari makna di atas, dapat disimpulkan bahwa Telematika adalah segala sesuatu kegiatan yang melibatkan proses pengiriman data multimedia yang mempunyai informasi penting antara satu sumber informasi dan pengontrol atau pengambil informasi melalui media internet.


1. Perpustakaan Elektronik

Perpustakaan yang biasanya arsip-arsip buku dengan di Bantu dengan teknologi informasi dan internet dapat dengan mudah mengubah konsep perpustakaan yang pasif menjadi agresif dalam berinteraksi dengan penggunanya. Homepage dari The Library of Congress merupakan salah satu perpustakaan yang terbesar di dunia. Saat ini sebagian informasi yang ada di perpustakaan itu dapat di akses melalui internet.

2. Surat Elektronik (email)

Dengan aplikasi sederhana seperti email maka seorang dosen, pengelola, orang tua dan mahasiswa dapat dengan mudah berhubungan. Dalam kegiatan di luar kampus mahasiswa yang menghadapi kesulitan dapat bertanya lewat email.

3. Ensiklopedia

Sebagian perusahan yang menjajakan ensiklopedia saat ini telah mulai bereksperimen menggunakan CD ROM untuk menampung ensiklopedia sehingga diharapkan ensiklopedia di masa mendatang tidak hanya berisi tulisan dan gambar saja, tapi juga video, audio, tulisan dan gambar, dan bahkan gerakan. Dan data informasi yang terkandung dalam ensklopedia juga telah mulai tersedia di internet. Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan maka data dan informasi yang terkandung dalam ensiklopedi elektronik dapat diperbaharui.

4. Sistem Distribusi Bahan Secara Elektronis ( digital )

Dengan adanya sistem ini maka keterlambatan serta kekurangan bahan belajar bagi warga belajar yang tinggal di daerah terpencil dapat teratasi. Bagi para guru SD yang mengikuti penyetaraan D2, sarana untuk mengakses program ini tdk menjadi masalah karena mereka dapat menggunakan fasilitas yang dimiliki kantor pos yang menyediakan jasa internet.

5. Tele-edukasi dan Latihan Jarak Jauh dalam Cyber System

Pendidikan dan pelatihan jarak jauh diperlukan untuk memudahkan akses serta pertukaran data, pengalaman dan sumber daya dalam rangka peningkatan mutu dan keterampilan professional dari SDM di Indonesia. Pada gilirannya jaringan ini diharapkan dapat menjangkau serta dapat memobilisasikan potensi masyarakat yang lain, termasuk dalam usaha, dalam rangka pembangunan serta kelangsungan kehidupan ekonomi di Indonesia, baik yang bersifat pendidikan formal maupun nonformal dalam suatu “cyber system”.

6. Pengelolaan Sistem Informasi

Ilmu pengetahuan tersimpan dalam berbagai bentuk dokumen yang sebagian besar tercetak dalam bentuk buku, makalah atau laporan informasi semacam ini kecuali sukar untuk diakses, juga memerlukan tempat penyimpanan yang luas. Beberapa informasi telah disimpan dalam bentuk disket atau CD ROM, namun perlu dikembangkan lebih lanjut sistem agar informasi itu mudah dikomunikasikan. Mirip halnya dengan perpustakaan elektronik, informasi ini sifatnya lebih dinamik (karena memuat hal-hal yang mutakhir) dapat dikelola dalam suatu sistem.

7. Video Teleconference

Keberadaan teknologi ini memungkinkan siswa atau mahasiswa dari seluruh dunia untuk dapat berkenalan, saling mengenal bangsa di dunia. Teknologi ini dapat digunakan sebagai sarana diskusi, simulasi dan dapat digunakan untuk bermain peran pada kegiatan pembelajaran yang berfungsi menumbuhkan kepercayaan diri dan kerjasama yang bersifat sosial.

Banyak faktor yang mempengaruhi dilaksanakan atau tidaknya potensi teknologi telematika. Faktor utama, menurut Miarso (2004) adalah adanya komitmen politik dari para pengambil kebijakan dan ketersediaan para tenaga terampil.


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management