Jumat, 13 Januari 2012

Proses Organisasi

Proses Mempengaruhi Dan Proses Pengambilan Keputusan
  • Proses Mempengaruhi Organisasi

      Pengaruh adalah kegiatan atau keteladanan yang baik secara langsung atau tidak langsung yang mengakibatkan suatu perubahan perilaku dan sikap orang lain atau kelompok. 
     Elemen-elemen yang mempengaruhi:
a. Orang yang mempengaruhi
b. Metode yang mempengaruhi
c. Orang yang dipengaruhi.
     Metode mempengaruhi:
a. Kekuatan fisik
b. Penggunaan sanksi
c. Keahlian
d. Kharisma
     Daerah Mempengaruh:
a. Antara pereorangan
b. Kelompok dengan seseorang
c. Seseorang dengan kelompok
     Hubungan antara kekuasaan dan pengaruh:
a. Analisis French-Raven
b. Anilisis Etzioni
c. Anialisis Nisbel
  • Proses Pengambilan Keputusan
     Proses pengambilan keputusan dalam organisasi adalah kumpulan yang terdiri dari beberapa orang untuk mencapai tujuan yang sama di dalam organisasi rentan terjadinya selisih pendapat begitu juga dengan pengambilan keputusan menentukan sikap, dapat di artikan cara organisasi dalam pengambilan keputusan.
     Terdapat 4 metode bagaimana cara organisasi dalam pengambilan keputusan:
a. Kewenangan tanpa diskusi
b. Pendapat ahli
c. Kewenangan setelah diskusi
d. Kesepakatan
     Konsep pengambilan keputusan:
a. Tetapkan masalah
b. Identifikasi dan diagnosis masalah
c. Pengumpulan dan analisis data yang relevan
d. Pengembangan dan evaluasi alternatif
e. Pemilihan alternatif terbaik
f. Implementasi keputusan dan evaluasi terhadap hasil-hasil.
     Tipe-tipe keputusan manajemen:
a. Keputusan perseorangan dan strategi
b. Keputusan pribadi dan strategi
c. Keputusan dasar dan rutin
     Model-model pengambilan keputusan:
a. Relationalitas keputusan
b. Model perilaku pengambilan keputusan
     Teknik pengambilan keputusan:
a. Teknik kreatif : brainstorming & synectic
b. Teknik partisipatif
c. Teknik pengambilan keputusan modern
     Pengambilan keputusan dilakukan oleh seorang pemimpin yang bersifat apriori (berburuk sangka) selalu merupakan proses, baik yang berlangsung dalam pikiran maupun dalam kegiatan oprasional pemecahan masalah.
sumber :  http://dyahratih.blogspot.com

Komunikasi Dalam Organisasi


  •     Pengertian Komunikasi
     
Komunikasi berasal dari bahasa latin yaitu "Communis" atau "common" dalam bahasa Inggris yang berarti sama. Berkomunikasi berarti kita berusaha mencapai kesamaan makna "commonness", atau dengan ungkapan lain melalui informasi kita mencoba untuk berbadi  Informasi , gagasan atau sifat dengan partisipan lain. Kendala utama dalam berkomunikasi adalah sering kali kita mempunyai makna yang berbeda terhadap lambang yang sama.
      Komunikasi  adalah salah satu cara manusia berhubungan yang melibatkan pengertian atau maksud, dengan syarat mereka perlu setuju dengan definisi istilah-istilah yang digunakan berdasarkan sesuatu yang simbolik seperti isyarat,huruf,nomor dan perkataan yang melambangkan ide-ide yang dapat menyampaikan maksud.
  • Unsur-unsur komunikasi dalam organisasi
  Ada 5 unsur yang terkandung dalam komunikasi:
  1.  Komunikator  (communicator) yaitu memberi berita,dalam hal ini adalah orang yang berbicara, pengirim berita atau orang yang memberitakan.
  2. Menyampaikan  Informasi atau berita, dalam hal ini dapat dilakukan dengan cara mengatakan,mengirim ataupun menyiarkan.
  3. Berita-berita ( Message ) yang disampaikan dapat dalam bentuk perintah,laporan atau saran.
  4. Komunikan (communicate) yaitu orang yang dituju, pihak penjawab atau para pengunjung yang menerima informasi atau berita.
  5. Reaksi atau tanggapan (respon) yaitu dalam bentuk tanggapan atau reaksi.
     Kelima unsur komunikasi tersebut merupakan kesatuan yang utuh dan bulat, dalam arti apabila salah satu unsur tidak ada maka komunikasi tidak akan terjadi. 
     Dengan demikian masing-masing unsur saling berhubungan dan saling ketergantungan. Dan keberhasilan suatu organisasi ditentukan oleh semua unsur tersebut.
  • Cara penyaluran ide melalui komunikasi
     Pada umumnya komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan gerak gerik badan seperti tersenyum,menggelengkan kepala, dan mengangkat bahu.
     Dalam menyalurkan ide atau solusi harus ada si pengirim (sender) dan si penerima (receiver). Ide-ide yang diambil pun tidak sembarangan, tetapi ada penyaringan dan seleksi untuk diambil ide manakah yang terbaik untuk di ambil dan dilaksanakan untuk oleh organisasi tersebut agar mencapai tujuan bersama,serta visi dan misi suatu organisasi.
     Adapun tahapan-tahapan cara menyalurkan ide melalui komunikasi:

  1. IDE (gagasan) oleh sender.
  2. PERUMUSAN yaitu dalam perumusan ini ide si sender disampaikan oleh kata-kata.
  3. PENYALURAN (transmitting) yaitu penyaluran ini bisa lisan,tertulis,simbol maupun isyarat,dll.
  4. TINDAKAN yaitu tindakan ini sebagai contoh perintah-perintah dalam organisasi  dilaksanakan.
  5. PENGERTIAN yaitu kata-kata si sender dalam perumusan tadi dijadikan ide oleh si penerima.
  6. PENERIMAAN yaitu ide atau informasi ini diterima oleh penangkap berita (receiver).
     Dalam membina kerjasama dalam kelompok inilah yang nantinya digunakan dalam rangka membina koordinasi organisasi kesatuan gerak dan arah yang sesuai dengan arah dan tujuan organisasi. Agar tercapai koordinasi dalam kerjasama, pada organisasi itu sangat penting dilaksanakannya komunikasi yang tepat dan se-efektif  mungkin sehingga koordinasi dan kerja sama benar-benar dilaksanakan dengan tepat juga.
  • Hambatan-hambatan komunikasi dalam organisasi:
  1. Hambatan Teknis 
     Keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi. Dari sisi teknologi semakin berkurang dengan adanya temuan baru dibidang kemajuan teknologi, komunikasi dan informasi. Sehingga  saluran komunikasi dapat diandalkan dan efisien sebagai media komunikasi.
     Menurut Chruden dan Sherman, dalam bukunya  Personnel Management , 1976, jenis hambatan teknis dalam komunikasi:
a. Tidak adanya rencana dan prosedur kerja yang jelas
b. Kurangnya informasi atau penjelasan.
c. Kurangnya keterampilan membaca.
d. Pemilihan media (saluran) yang kurang tepat.
2. Hambatan Semantik
     
     Gangguan semantik menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau ide secara efektif. Definisi semantik sebagai studi atas pengertian, yang diungkapkan lewat bahasa.
     Kata-kata membantu proses pertukaran timbal balik arti dan pengertian (komunikan dan komunikator), tapi seringkali proses penafsirannya keliru. Tidak adanya hubungan antara simbol dan dengan apa yang di simbolkannya dapat mengakibatkan data yang dipakai ditafsirkan sangat berbeda dari apa yang dimaksudkan sebenarnya.
     Untuk menghindari misi komunikasi yang seperti ini, seorang komunikator harus memilih kata-kata yang tepat sesuai dengan karakteristik komunikannya, dan melihai kemungkinan penafsirannya  terhadap kata-kata yang dipakai.
3. Hambatan Manusiawi
     Terjadi karena adanya faktor emosi dan prasangka pribadi, presepsi, kecakapan atau ketidakcakapan, kemampuan atau ketidakmampuan panca indera manusia,dll.
     Menurut Chruden dan Sherman:
a. Hambatan yang berasal dari perbedaan individual manusia yaitu perbedaan umur, perbedaan presepsi,perbedaan keadaan emosi, perbedaan status, keterampilan mendengarkan, penyaringan dan pencairan informasi.
b. Hambatan yang ditimbulkan oleh iklim psikologis dalam organisasi yaitu Suasana iklim kerja dapat mempengaruhi sikap dan perilaku staff dan efektifitas komunikasi organisasi.
  • Klasifikasi komunikasi dalam organisasi
     Dalam komunikasi organisasi terdapat beberapa macam klasifikasi komunikasi dan diantaranya adalan sebagai berikut:
1.  Dari segi sifatnya:
    a. Komunikasi lisan : komunikasi yang langsung berbicara.
    b.Komunikasi tertulis : komunikasi yang melalui tulisan.
    c. Komunikasi verbal : komunikasi yang dibicarakan / diungkapkan.
    d. Komunikasi nonverbal : komunikasi yang tersirat.
2. Dari segi arahnya:
    a. Komunikasi ke atas : komunikasi dari bawahan ke atasan.
    b. Komunikasi ke bawah : komunikasi dari atasan ke bawahan.
    c. Komunikasi horizontal : komunikasi ke sesama manusia yang derajatnya / tingkatnya sama.
    d. Komunikasi satu arah : Komunikasi tanpa ada timbal balik.
    e. Komunikasi dua arah : komunikasi dengan adanya timbal bakik / saling berkomunikasi.
3. Dari segi lawannya:
    a. Komunikasi satu lawan satu : berbicara dengan lawan bicara yang sama.
    b. Komunikasi satu lawan banyak(kelompok) : berbicara antara satu orang dengan satu kelompok.
    c. Komunikasi  lawan kelompok : berbicara antara satu kelompok dengan kelompok yang lain.
4. Dari segi keresmiannya:
    a. Komunikasi formal : komunikasi yang langsung resmi.
    b. Komunikasi informal : komunikasi yang tidak resmi.

 http://dyahratih.blogspot.com

Faktor-faktor Perubahan Dan ciri pengembangan Organisasi



  • Faktor-faktor perubahan komunikasi dalam organisasi:
     Proses perubahan organisasi adalah konsep daur hidup atau life cycle. Organisasi mengalami proses kelahiran pertumbuhan, berkembang, kematangan, kemunduran dan akhirnya mengalami kematian sebagaimana dalam semua sistem biologi dam sistem sosial. Fase-fase perkembangan organisasi juga memiliki sifat kuaintitatif dan kualitatif yang merupakan indikator " mati-hidup " suatu organisasi.
     Organisasi juga harus melihat arah perubahan lingkungan yang pasti dan yang tidak pasti. Artinya, organisasi adaptif atas perubahan yang terjadi pada lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, suatu organisasi haruslah mengembangkan strategi dalam mengadaptasi perubahan lingkungan, termasuk strategi dalam melakukan kontrol terhadap lingkungan. Untuk itu perlu kiranya merencanakan perubahan organisasi, termasuk di dalamnya yaitu mengembangkan organisasi.
     Adapun Proses dari perubahan:
  1. Mengadakan pengkajian
  2. Mengadakan identifikasi
  3. Menentukan strategi
  4. Melakukan evaluasi.
     Faktor-faktor penyebab Perubahan organisasi dibedakan menjadi dua,antara lain:
  1. Faktor Intern
          a.  Perubahan kebijakan lingkungan
          b.  Perubahan tujuan
          c.  Perluasan wilayah operasi tujuan
          d.  Volume kegiatan bertambah banyak
          e.  Sikap & perilaku dari para anggota organisasi.
      2. Faktor Ekstern
    
          a. Politik
          b. Hukum
          c. Kebudayaan
          d. Teknologi
          e. Sumber daya alam
          f. Demografi
          g. Sosiologi 
      Sikap dalam menghadapi perubahan lingkungan:
  1. Mengadakan perubahan struktur organisasi.
  2. Mengubah sikap & perilaku pegawai.
  3. Mengubah tata aliran kerja.
  4. Mengubah peralatan kerja.
  5. Mengubah prosedur kerja.
  6. Mengadakan perubahan dalam hubungan kerja antar personel.
  • Pengembangan Organisasi
1. Pengertian Pengembangan

    a. Suatu penyempurnaan yang terencana dalam fungsi menyeluruh (nilai dan terstuktur) suatu organisasi.
    b. Strategi untuk merubah nilai-nilai daripada manusia dan struktur organisasi itu adaptif dengan lingkungan.
2. Mengapa pengembangan organisasi perlu dilakukan??

    Dalam kenyataannya organisasi sering terjadi stagnan yang disebabkan ke-engganan manusia untuk mengikuti perubahan, dimana perubahan di anggap bisa menyebabkan dis equilibrium. Hal ini mengakibatkan patologi dalam organisasi sehingga perlu dilakukan evaluasi, adaptasi, kaderisasi dan inovasi.
3. Faktor-faktor yang menyebabkan pengembangan komunikasi:

    1. Kekuatan eksternal
        a. Kompetisi yang semakin tajam dalam organisasi
        b. Perkembangan IPTEK.
        c. Perubahan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun sosial yang membuat organisasi berfikir bagaimana mendapatkan sumber diluar organisasi untuk masa depan organisasi.
    2. Kekuatan internal
        a. Struktur
        b. Sistem dan prosedur
        c. Perlengkapan dan fasilitas
        d. Proses dan saran apabila tidak cocok akan membuat organisasi melalui perbaikan.
        e. Perubahan organisasi di lakukan untuk mencocokkan dengan kebutuhan yang ada.
4. Karakteristik Pengembangan Organisasi

     a. Keputusan penuh dengan pertimbangan
     b. Diterapkan semua sub sistem manusia,baik individu kelompok dan organisasi.
     c. Menerima intervensi baik dari dalam maupun dari luar organisasi yang mempunyai kedudukan di luar mekanisme organisasi.
     d. Kolaborasi
     e. Teori sebagai analisis.
5. Langkah-langkah pengembangan organisasi:

     a. Penilaian keadaan
     b. Pemecahan masalah
     c. Implementasi
     d. Evaluasi
sumber : http://dyahratih.blogspot.com

Kepemimpinan


  • Pengertian Kepemimpinan
     Dalam bahasa Indonesia  pemimpin sering disebut pembina, pelopor, penghulu, ketua, raja, dll yang bersifat mendahului. Sedangkan istilah memimpin digunakan dalam konteks hasil penggunaan peran seseorang yang berkaitan dengan kemampuannya mempengaruhi orang lain dengan berbagai cara.
      Kepemimpinan  dalam organisasi adalah yang mana mempunyai tugas bagaimana kita bisa menjadikan sebuah organisasi itu menjadi suatu yang solid. Mempunyai visi dan misi yang jelas di dalam kemajuan organisasi, bisa memanage dan fokus dalam mengemban dan mengembangkan organisasinya.
  • Tipe atau Jenis Kepemimpinan
Seorang pemimpin organisasi juga mempunyai tipe atau jenis di dalam kepemimpinannya:
  1. Tipe Otokratik : tipe seorang pemimpin yang egois dan otoriter.
  2. Tipe Paternalistik : tipe seorang pemimpin yang hanya terdapat di lingkungan tradisional. Contohnya: tokoh adat,ulama,atau para guru.
  3. Tipe Kharismatik : tipe seorang pemimpin yang mempunyai daya tarik tersendiri pada pemimpin tersebut sehingga menimbulkan simpati pada organisasinya.
  4. Tipe Liassez Faire : tipe seorang pemimpin yag berpandangan bahwa organisasinya akan berjalan dengan lancar karena anggotanya yang terdiri dari orang-orang yang dewasa yang sudah memiliki tujuan organisasi.
  5. Tipe Demokratik : tipe seorang pemimpin yang di segani bukan ditakuti karena  memperlakukan manusia dengan manusiawi dan menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia.
  • Teori-teori Kepemimpinan
     Dibalik tipe-tipe kepemimpinan dalam suatu organisasi, juga ada yang mengatakan teori-teori yang dilihat dati hasil survey yang dilakukan oleh orang-orang mempelajari kriteria-kriteria yang dilakukan oleh seorang pemimpin. Dan diantaranya adalah:
1. Teori Genetis

    Inti dari teori ini tersimpul dalam mengadakan " leaders are born and not made ". Penganut teori ini mengatakan bahwa seorang pemimpin akan dilahirkan dengan bakat memimpin. Dalam keadaan bagaimana pun seorang ditempatkan pada suatu waktu ia akan menjadi pemimpin karena dilahirkan untuk itu. Artinya takdir telah menetapkan ia sebagai pemimpin.
2. Teori Sosial

    Dalam teori genetis mengatakan bahwa "leaders are born not made" , maka penganut sosial mengatakan kebalikan dari itu yaitu " Leaders are make not born". 
    Penganut teori-teori ini berpendapat bahwa setiap orang akan dapat menjadi pemimpin apabila diberikan pendidikan dan kesempatan untuk itu.
3. Teori Ekologis

    Teori ini merupakan penyempurnaan dari teori genetis dan teori sosial. Penganut-penganut teori ini berpendapat bahwa seorang hanya dapat menjadi pemimpin yang baik apabila pada waktu lahirnya telah memiliki bakat kepemimpinan. Bakat itu kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pengalaman-pengalaman yang memungkinkannya untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang telah dimilikinya itu. Namun demikian penyelidikan yang jauh yang lebih mendalam yang masih diperlukan untuk dapat mengatakan secara pasti apa faktor-faktor yang menyebabkan seseorang timbul menjadi pemimpin yang baik.
sumber : http://dyahratih.blogspot.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management