Kamis, 10 November 2011

JAKARTA MELAWAN DUNIA


"PATUNG terkenal DI JAKARATA"
VS
"PATUNG TERKENAL DI LUAR NEGERI "
---------------------------------------------------------

>>>Oleh : fahrorozi<<<
---------------------------------------------------------

PATUNG-PATUNG DI JAKARTA
Mengenal dan Melestarikan Nilai-nilai Sejarah Bangsa

Sebagai ibukota negara, wajar saja jika terlihat banyak patung menghiasi berbagai sudut kota dan tempat-tempat umum di kota ini. Namun, jadi satu tanda tanya, adakah kita benar-benar mengenal patung-patung itu terutama mengetahui latar belakang dibuatnya patung tersebut?
Mungkin tidak semua orang tahu, apa sih nama sebenarnya dari beberapa patung/tugu yang tepat berada di Kota Metropolitan, Jakarta..? Hal unik inilah yang akan diulas secara singkat mengenai beberapa patung di Jakarta, kota dengan semboyan Jaya Raya ini. Berikut adalah goresan tinta untuk kita mengenal lebih dekat lagi serta memahami apa dan mengapa patung itu dibuat.

Patung Selamat Datang

Patung yang lebih populer disebut Patung Bundaran HI ini, nama sebenarnya adalah Patung Selamat Datang. Patung ini terdiri dari tugu setinggi lebih kurang 30 meter dari tanah dengan sepasang pemuda pemudi diatasnya sedang melambai tangan penuh semangat.Tinggi patung dari kepala sampai kaki 5 meter. Sedangkan tinggi seluruhnya dari kaki hingga tangan yang melambai adalah 7 meter. Tugu/patung ini ditempatkan di tengah bundaran besar di tengah persimpangan jalan, pertemuan Jl. Sudirman dan Jl. MH. Thmrin, Jakarta. Bundaran itu sendiri berupa kolam air mancur yang amat indah.
Patung Selamat Datang dibangun untuk mengucapkan selamat datang kepada para atlet yang akan berlaga di Asian Games IV yang dilaksanakan di Jakarta pada tahun 1962. Patung yang tepat berada di depan Hotel Indonesia itu, selain menjadi gerbang masuk Kota Jakarta, juga merupakan pintu gerbang dalam rangkaian kegiatan pertandingan yang diselenggarakan di Istora Senayan masa itu. Mengapa demikian? Karena waktu itu kebanyakan tamu asing yang datang ke Jakarta melalui Bandara International Kemayoran dan singgah/menginap di Hotel Indonesia yang juga sengaja dibangun sebagai tempat bagi tamu asing tersebut. Asumsinya, sebelum masuk ke area hotel mereka mendapatkan ucapan selamat datang dari patung ini.
Adapun Tugu/patung yang terbuat dari Perunggu itu diresmikan oleh Presiden Soekarno pada Tahun 1962. Sketsa atau rancangan Patung Selamat Datang buat oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Henk Ngantung, dan pelaksana pembuatannya dikerjakan oleh Edhi Sunarso dalam kurun waktu satu tahun.

Patung Pahlawan
Karena bentuk patung ini menggambarkan seorang pria menggunakan caping (topi tani) dengan seorang Ibu yang sedang memberikan sebuah piring, banyak masyarakat menamakan patung ini Tugu Tani. Nama sesungguhnya dari patung ini adalah Patung Pahlawan.
Patung ini adalah pemberian dari Pemerintah Uni Soviet untuk Indonesia. Selain sebagai hadiah, patung ini juga sebagai manifestasi dari persahabatan kedua Negara. Patung tersebut dibuat oleh pematung ternama asal Rusia Matvel Manizer dan Otto Manizer di Uni Soviet. Kemudian dikirim ke Indonesia (Jakarta) menggunakan kapal laut. Lalu diresmikan pada Tahun 1963 dan terdapat sebuah plakat yang menempel di bawah patung yang berbunyi “HANJA BANGSA JANG MENGHARGAI PAHLAWAN PAHLAWANNJA DAPAT MENJADI BANGSA JANG BESAR”.
Mengapa Uni Soviet buatkan patung pahlawan dengan tema petani? Kala itu Presiden Soekarno melakukan kunjungan resmi ke sana dan diperkenalkan kepada dua orang pematung tersebut di atas. Diundanglah mereka berdua oleh Presiden Soekarno ke Indonesia dalam rangka mencari inspirasi mengenai perjuangan Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Pada saat itu dimaksudkan untuk perjuangan membebaskan Irian Barat dari penjajahan Belanda.
Mereka pun mendatangi sebuah desa di wilayah Jawa Barat dan bertemu dengan penduduk setempat. Di desa tersebut kedua pematung ini mendengar sebuah kisah tentang seorang Ibu yang mengantar anaknya menuju medan perang. Sang Ibu memberikan dorongan semangat dan keberanian kepada sang anak untuk bertekad memenangkan perjuangan, dan juga agar selalu ingat akan orang tua dan tanah airnya. Ia kemudaian membekali anak laki-lakinya dengan nasi hasil tanakannya. Begitulah kisah yang mereka dengar dari rakyat di kawasan Jawa Barat. Cerita inilah yang menjadi Inspirasi dan kemudian mereka kembali ke Uni Soviet, kemudian dibuatlah patung itu yang diberi nama Patung Pahlawan.
Lokasi yang diambil untuk penempatan patung berbahan perunggu hingga saat ini dinilai sangat strategis, karena merupakan titik pertemuan arus lalu lintas sehingga dapat terlihat dari berbagai penjuru. Markas Korps Komando Angkatan Laut Republik Indonesia yang pada masa itu sedang berjuang membebaskan Irian Barat, berada tak jauh dari tempat ini.

Patung Dirgantara
Terletak di Jalan Gatot Subroto atau berseberangan dengan Markas Besar Angkatan Udara Republik Indonesia saat itu (Wisma Aldiron). Kebanyakan orang terutama warga Jakarta mengenal patung tersebut sebagai Patung Pancoran, sebenarnya patung ini bernama Patung Dirgantara.
Ide pembuatan patung ini tercetus langsung oleh Presiden Soekarno, karena beliau melihat keberanian atau kesatriaan dalam hal kedirgantaraan Indonesia. Namun bukan kendaraan/pesawatnya yang ditekan dalam pembuatan patung ini, melainkan dilihat dari sisi manusianya yang mempunyai sifat jujur, berani, dan bersemangat mengabdi kepada negara. Hingga dilambangkan dalam bentuk manusia yang mempunyai semangat keberanian bangsa Indonesia untuk menjelajah angkasa. Perancang Patung Dirgantara adalah Edhi Sunarso dan dikerjakan oleh pematung keluarga Arca Yogyakarta pimpinan Edhi Sunarso dengan lama pembuatan 1 tahun (1964 – 1965).
Patung ini terbuat dari perunggu, mempunyai berat 11 Ton dan terbagi dalam potongan-potongan yang masing-masing potongan beratnya 1 ton. Dalam menyusun potongan-potongan patung tersebut menggunakan alat pemasangan sederhana yaitu dengan menggunakan derek tarikan tangan. Selama proses pemasangan patung tersebut, Bung Karno selalu menungguinya hingga cukup merepotkan personil keamanan (aparat negara) dalam menjaga orang no.1 Indonesia ini. Dengan biaya pemasangan dari kantong pribadinya serta tekad yang bulat agar patung tersebut selesai dipasang, Bung Karno rela menjual sebuah mobil pribadinya. Pada akhirnya Patung Dirgantara selesai terpasang di akhir tahun 1966.

Patung Pembebasan Irian Barat
Dari keseluruhan patung-patung yang E-I ulas, patung inilah yang mempunyai bentuk dengan kharisma dan aura yang berbeda. Patung itu adalah Patung Pembebasan Irian Barat yang lebih beken disebut Patung Lapangan Banteng karena berada di dalam area Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
Patung ini dibuat pada Tahun 1962, dimana pada saat itu bangsa Indonesia sedang berjuang untuk membebaskan wilayah Irian Barat (Irian Jaya, kemudian sekarang menjadi Papua) dari tangan Penjajah (Belanda). Patung ini tercipta atas ide Bung Karno pada saat Beliau sedang pidato di Yogyakarta dalam menggerakan massa untuk membantu membebaskan saudara-saudaranya di Irian Barat. Yang kemudian diterjemahkan oleh Henk Ngatung dalam bentuk sketsa.
Bentuk patung ini menggambarkan seseorang yang telah bebas dari belenggu (Penjajah Belanda). Patung itu terbuat dari perunggu dengan berat 8 ton, berdiri di atas tugu berbentuk palang tinggi kokoh setinggi 15 meter. Tinggi patung dari kaki hingga kepala adalah 9 meter atau tinggi keseluruhan sampai ujung tangan kurang lebih 11 meter. Patung ini diresmikan oleh Bung Karno pada tanggal 17 Agustus 1963.
Kini, kita sebagai warga negara Indonesia patut bangga dan mengaggumi segala jerih payah generasi terdahulu kita dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Kebanggaan dan kekaguman tersebut terutama kepada Presiden Republik Indonesia Pertama Ir. Soekarno yang telah mematrikan jasa-jasa pahlawan bangsa dan semua kerja keras Bangsa Indonesia dalam bentuk Tugu/Patung agar kita yang hidup di zaman kini dan masa mendatang dapat mengenang semua pengorbanan tersebut. Bahkan, keberadaan patung-patung itu kiranya akan memberi keteladanan, motivasi, dan inspirasi bagi kita semua dan generasi mendatang dalam melanjutkan perjuangan dan kerja keras Bangsa membangun negara ini.
Sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak akan pernah luntur ditelan zaman dan akan tetap lestari dalam ingatan setiap anak negeri di nusantara ini. Tutur demi tutur dari generasi ke generasi akan selalu sambung-menyambung, mengingatkan anak-cucu bangsa ini, tentang kedigdayaan dan heroisme generasi masa lalu. Patung-patung itu senyatanya tidak dapat berkata apa-apa, namun mampu menceritakan semuanya untuk selamanya. Selama mereka masih di sana, selama patung-patung itu masih tegak berdiri dengan kokoh di sana, di tempatnya kini. Oleh karena itu, amat tidak berlebihan, jika kita yang hidup sekarang ini berusaha keras menjaga, merawat dan melestarikannya. Lebih daripada itu, apakah generasi kita (baca: pemerintah) saat ini mampu memberikan kontribusi melahirkan patung-patung penghias kota di masing-masing daerah yang akan menjadi sumber inspirasi bagi bangsa ini? Semoga. (teks&foto: Yosef Ferdyana)
http://explore-indo.com/sejarah/260-patung-patung-di-jakarta-mengenal-dan-melestarikan-nilai-nilai-sejarah-bangsa.html
                          

1.Moai

Moai adalah patung monolitik yang terletak di Pulau Paskah, salah satu pulau paling terpencil di Bumi. Patung terkenal tersebut dipahat oleh penjajah pulau Polinesia, di antara sekitar tahun 1250 M dan 1500 AD. Selain mewakili nenek moyang almarhum, moai juga mungkin telah dianggap sebagai perwujudan hidup kuat . Patung-patung itu berdiri ketika  Eropa pertama mengunjungi pulau.

            2.Christ the Redeemer
Christ the Redeemer
merayakan seratus tahun penandatanganan Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat, berdiri diatas Liberty Island dan merupakan salah satu simbol paling terkenal di dunia. Ia mewakili seorang wanita yang mengenakan stola, sebuah mahkota bercahaya dan sandal, menginjak-injak rantai rusak, membawa obor di tangan kanan mengangkat dan tablet ansata tabula. Pembangunan patung itu diselesaikan di Perancis pada bulan Juli 1884 dan tiba di New York Harbor pada tahun berikutnya.




3.Statue of Liberty
Patung Liberty, adalah hadiah dari rakyat Perancis untuk merayakan seratus tahun penandatanganan Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat, berdiri diatas Liberty Island dan merupakan salah satu simbol paling terkenal di dunia. Ia mewakili seorang wanita yang mengenakan stola, sebuah mahkota bercahaya dan sandal, menginjak-injak rantai rusak, membawa obor di tangan kanan mengangkat dan tablet ansata tabula. Pembangunan patung itu diselesaikan di Perancis pada bulan Juli 1884 dan tiba di New York Harbor pada tahun berikutnya.




4.Mount Nemrut
Nemrut adalah gunung yang tinggi di Turki tenggara, dekat kota Adıyaman. Pada 62 SM, Patung Raja Antiokhus I Theos dari Commagene dibangun di atas gunung-tempat kudus makam diapit oleh patung-patung besar (8-9 m/26-30 ft tinggi) dari dirinya sendiri, dua singa, dua elang dan berbagai Yunani, dan dewa-dewa Persia.

            5.Olmec Heads
Olmec heads merupakan patung Pra-Columbus peradaban kuno yang ada di dataran rendah tropis di Meksiko selatan-pusat. Peradaban Olmec berkembang secara kasar dari 1400 SM sampai sekitar 400 SM. Aspek yang paling dikenal dari peradaban Olmec adalah kepala helm besar. Kepala dianggap sebagai potret penguasa, . Ada 17 kepala kolosal digali hingga saat ini.

6. David Statue
David adalah sebuah karya patung Renaissance dipahat oleh Michelangelo 1501-1504. 5.17 meter (17 kaki) patung marmer menggambarkan Raja Daud telanjang. Untuk melindunginya dari kerusakan, patung terkenal ini pada tahun 1873 dipindahkan ke Galeri Accademia di Florence di Italia, di mana menarik banyak pengunjung. Sebuah replika ditempatkan di Piazza della Signoria, di lokasi asli.

7. Great Sphinx
Terletak di dataran tinggi Giza di Mesir, The Great Sphinx adalah salah satu patung terbesar dan tertua di dunia, kapan dan siapa yang membuat patung ini masih diperdebatkan. Ini adalah patung monolit terbesar di dunia meskipun jauh lebih kecil dari Piramida di sekitarnya. Meskipun bukti yang bertentangan dengan sudut pandang selama bertahun-tahun, pandangan tradisional yang dimiliki oleh Egyptologists modern pada umumnya tetap bahwa Sphinx Agung ini dibangun pada sekitar 2500 SM oleh Khafre firaun.

ersyn.blogspot.com/2011/06/7-patung-terkenal-di-dunia.html

sekian kreatifitas dari saya. kurang lebihnya mohon maaf yah....
smoga berguna bagi yang membacanya...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management